TEMPO.CO , Jakarta - Kekhawatiran terhadap rencana pemangkasan stimulus (tappering off) bank sentral Amerika Serikat semakin meningkat, menyusul pernyataan terbaru yang dikeluarkan petinggi The Fed.
Untungnya, tindakan pelaku pasar yang berupaya merealisasikan keuntungah lebih awal, membuat nilai tukar rupiah berhasil mengalami pembalikan arah. Dalam transaksi pasar mata uang, rupiah bergerak menguat 54 poin (0,45 persen) menuju level 11.920 per dolar Amerika.
Menurut analis dari PT Monex Investindo Futures Albertus Christian, aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan pelaku pasar akhirnya mampu membuat rupiah menguat untuk sementara waktu.
Kian santernya isu pemangkasan stimulus membuat pelaku pasar tak mau kehilangan waktu untuk mendapatkan keuntungan sehingga menjual sedikit aset-asetnya yang berbentuk dolar. “Rupiah terbantu aksi ambil untung,” ujar Albertus.
Kekhawatiran atas tappering cenderung meningkat seiring dengan laporan data tenaga kerja Amerika yang menunjukkan pertumbuhan sebanyak 203 ribu orang. Peningkatan jumlah tenaga kerja menjadi indikator penting The Fed untuk menentukan jadwal pelaksanaan tappering.
Tak ayal, petinggi The Fed seperti James Bullard dan Charle Plosser pun mulai sering membuat pernyataan yang menghendaki program pembelian obligasi bulanan The Fed sebesar US$ 85 miliar per bulan bisa segera dilakukan secepatnya pada Desember.
Hingga pukul 18.30 WIB, nilai tukar mata uang regional tampak menguat atas dolar Amerika. Hanya dolar Singapura dan peso Filipina yang terlihat melemah masing-masing pada level 1,249 per dolar Amerika dan 44,29 per dolar Amerika.
PDAT | MEGEL JEKSON
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Aksi Ambil Untung Angkat Posisi Rupiah sekarang.
No comments:
Post a Comment