TEMPO.CO , Surabaya - Direktur Utama PT Kelola Mina Laut, Gresik, Mohammad Nadjikh, mengatakan hasil laut berupa teri nasi paling diminati Jepang. "Orang Jepang juga suka makan ikan teri. Teri banyak mengandung kalsium," kata Nadjikh saat ditemui Tempo di kantornya di Gresik, Kamis pekan lalu.
Kelola Mina Laut Group saat ini menjadi market leader eksportir teri nasi ke Jepang. Harga 1 kilogram teri nasi dibanderol US$ 13. Namun Nadjikh enggan menyebutkan jumlah teri nasi yang diekspornya setiap bulan ke Negeri Sakura itu. Ia hanya mengatakan bahwa setiap bulan ada 100 kontainer hasil laut yang diekspor ke berbagai negara.
Hasil laut ini berupa rajungan, teri nasi, udang, dan aneka ikan lainnya. Pasarnya tersebar ke Amerika Serikat 50 persen, Jepang 20 persen, Uni Eropa 20 persen, dan negara lainnya 10 persen. Dengan asumsi ini, artinya ekspor teri nasi ke Jepang sekitar 20 kontainer ukuran 40 kaki setiap bulan. "Mayoritas teri nasi memang diekspor ke Jepang.” Sedangkan sebagian besar rajungan diekspor ke Amerika Serikat, selain sebagian udang dan ikan lainnya seperti kakap merah, kerapu, dan bandeng.
Menurut dia, industri perikanan di Indonesia masih memiliki prospek cerah. Selain mayoritas daerahnya berupa lautan, iklim juga mendukung budi daya ikan. Mendatang, pihaknya berencana mensinergikan usaha di hulu dan hilir sektor perikanan. Soal hambatan birokrasi, Nadjikh tak mempersoalkannya. Semua negara pasti menerapkan proteksi. Asalkan mematuhi aturan, "Enggak ada masalah."
DIANANTA P. SUMEDI
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Teri Nasi dari Gresik Sangat Diminati Jepang sekarang.