Showing posts with label Hilirisasi Produk Karet Lemah. Show all posts
Showing posts with label Hilirisasi Produk Karet Lemah. Show all posts

Wednesday, October 2, 2013

Hilirisasi Produk Karet Lemah

Written By inikangubay; About: Hilirisasi Produk Karet Lemah on Wednesday, October 2, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Hilirisasi Produk Karet Lemah

Sandal-sandal karet siap kirim dirumah industri sandal dikawasan Wedoro, Sidoarjo, Jumat (19/2). Naiknya bahan baku dan gempuran produk China membuat pengusaha lokal sulit memasarkan produknya dan hanya mengandalkan order pesanan saja. TEMPO/Fully Syafi




TEMPO.CO, Palembang - Ketua Dewan Karet Indonesia, A. Aziz Pane mengakui hilirisasi produk karet masih lemah. Padahal Indonesia merupakan produsen karet alam nomor dua di dunia.


"Sarana infrastruktur dan pendukung lainnya belum tersedia secara baik. Hasil alam itu hilang nilai tambahnya jika tidak ada industri pendukungnya," kata Aziz Pane, seusai pembukaan Global Rubber Conference 2013 di Palembang, Rabu, 2 Oktober 2013.


Pane menyebut, industri pendukung yang dimaksud meliputi ketersedian energi dan sarana pelabuhan yang memadai. Saat ini, sulit bagi usahawan untuk mengembangkan hilirisasi produksi karet rakyat.


Belum optimalnya hilirisasi produk karet tidak hanya berdampak buruk bagi pengusaha tetapi juga petani rakyat. Sehingga, kata Pane, wajar jika petani rakyat belum menikmati harga sesungguhnya dari harga jual didalam maupun luar negeri. Mereka sepanjang masa akan bergantung pada tengkulak. Akibat lainnya, petani menjadi prustasi sehingga mereka bertindak curang dalam menjual Bahan Olahan Karet (Bokar). Alhasil, petani memasukkan tanah, batu, kayu kedalam getah yang berfungsi sebagai pemberat.


Hasil olahan karet selama ini banyak di ekspor ke berbagai negara. Dewan karet Mencatat setiap tahunnya Indonesia menghasilkan hingga 3,2 juta ton. Dari angka tersebut 500-600 digunakan untuk pabrik ban dan lain-lain. Sisanya ekspor di ekspor ke berbagai negara. Padahal kata Pane sejatinya hasil dari karet alam Indonesia bisa dijadikan Bantalan Jembatan dan jalan tol, Lapangan Golf, alat kesehatan, bantalan rumah anti gempa, permainan anak autis,


Dijumpai di forum yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengakui bahwa petani karet belum mampu bergantung hidup dari getah yang dijual pada pengumpul. Sehingga dia sepakat jika hilirisasi produk karet mutlak didahulukan. "Disini semuanya, makanya kami ajak teman-teman pebisnis memanfaatkan peluang ini," kata dia.


PARLIZA HENDRAWAN (PALEMBANG)



Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Hilirisasi Produk Karet Lemah sekarang.