TEMPO.CO, Jakarta - Herlina, 32 tahun, pedagang bakso dan sosis di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan dirinya tidak menjual bakso impor dari Malaysia. "Saya malah baru tahu ada bakso Malaysia. Ini yang saya jual semuanya lokal," ujar perempuan berkacamata yang lebih akrab disapa Lina ini, Jumat, 18 Oktober 2013.
Menurut Lina, selama ini dirinya selalu mengambil barang dari distributornya di Cengkareng. Ia juga menegaskan semuanya adalah produk lokal. "Ini semua sih lokal, tidak ada yang impor," kata dia.
Senada dengan Lina, Syamsul, 26 tahun, pedagang bakso dan sosis di Pasar Prumpung, Jakarta Timur, juga belum pernah mendengar bakso dari Malaysia. "Adanya impor dari Kebon Jeruk," ia berkelakar.
Sebelumnya ada kabar bahwa bakso impor ilegal dari Malaysia mulai masuk ke Indonesia. Bakso itu menggunakan bahan baku daging asal India.
Bakso impor ini memiliki harga yang lebih murah karena daging sapi asal India yang menjadi bahan baku bakso dihargai Rp 20-25 ribu per kilogram. Di lain pihak, harga daging sapi asal Australia yang menjadi bahan baku baksi produksi industri lokal mencapai Rp 50-55 ribu per kilogram.
TIKA PRIMANDARI
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Bakso Malaysia Belum Masuk Jakarta sekarang.