TEMPO.CO, Nusa Dua - Kebuntuan pembahasan anggaran tengah melanda Amerika Serikat, namun Menteri Luar Negeri John Kerry tetap bicara dengan nada berapi-api. Menurut dia, penutupan layanan pemerintah yang terjadi di Amerika Serikat saat ini akan segera berakhir dan terlupakan. "Ini hanyalah sebuah momen politik," ujarnya dalam APEC CEO Summit di Nusa Dua, Senin 7 Oktober 2013.
Kerry berusaha menekankan bahwa posisi Barack Obama sebagai poros strategis untuk Asia belum melemah oleh krisis, meskipun presiden harus membatalkan perjalanannya ke wilayah tersebut. "Apa yang terjadi di Washington tidak mengurangi sedikit pun komitmen kami untuk mitra kami di Asia," ujarnya.
Menurut Kerry, setengah perdagangan dunia ada di wilayah Asia Pasifik. Kawasan ini juga sangat penting bagi Amerika karena 10 negara mitra perdagangan besar adalah negara APEC. "Kalau ini disatukan sangat jelas sektor swasta mengambil pilihan di masa depan," ujarnya.
Kerry mengatakan, pengaruh sektor swasta dan dunia usaha sangatlah besar bagi negara. Dia pun berkisah, saat hadir di acara makan malam bersama para CEO perusahaan besar di Asia Pasifik, sejumlah CEO mengaku bingung dengan adnaya kebijakan pemerintah yang memberatkan. "Contohnya proteksionism (proteksionisme). Itu membuat kesempatan tidak bisa tumbuh, malah mempersempit pasar," ujarnya.
Ia menyatakan, "Atas nama Presiden Obama saya desak APEC untuk menemukan cara-cara pemerintah bersinergi dengan sektor swasta untuk menciptakan kebijakan yang baik dan cepat."
PINGIT ARIA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan John Kerry: Shutdown AS Sekadar Momen Politik sekarang.