TEMPO.CO , Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan belum mengetahui rencana evaluasi rute PT Merpati Nusantara Airlines menyusul penghentian pasokan avtur oleh Pertamina. "Saya malah belum dengar kabarnya," kata Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo, saat dihubungi Tempo, Rabu, 23 Oktober 2013.
Ia menjelaskan, Merpati dapat melakukan evaluasi rute sendiri. Jika sudah memutuskan rute-rute yang hendak ditutup, Djoko melanjutkan, Merpati kemudian diminta melaporkannya kepada Kementerian Perhubungan.
"Saya tidak hafal rute-rute Merpati, tapi lumayan jalan kok," ujarnya.
Djoko mengungkapkan, rute dapat dihentikan sementara selama 30 hari. Apabila sesudah 30 hari Merpati tak lagi menggunakannya, maka rute dapat ditawarkan kepada maskapai lain. Namun apabila sebelum 30 hari Merpati menyatakan bisa mengoperasikan rute itu lagi, pemerintah pun akan mengembalikan rute tersebut.
Ia mengatakan, praktik tutup-buka rute secara sementara merupakan hal yang pernah dilakukan semua maskapai. Menurut Djoko, langkah tersebut bukan menjadi masalah. Maskapai, kata dia, melakukan tutup-buka rute per enam bulan.
Djoko menuturkan, seperti maskapai-maskapai lain, Merpati pun pernah melaksanakan tutup-buka rute. "Perlakuan kami ke Merpati dan maskapai-maskapai swasta itu sama," ucapnya.
Merpati Nusantara Airlines akan mengevaluasi rute-rute penerbangan mereka menyusul penghentian pasokan avtur dari Pertamina. Saat ini di beberapa wilayah yakni Yogyakarta, Bandung, Semarang, Palembang, Lampung dan Bandara Soekarno Hatta, Pertamina tak lagi melayani pembelian avtur oleh Merpati.
"Kami sedang memetakan mana rute yang tidak efisien karena harga bahan bakar dan kurs yang berfluktuasi sangat mempengaruhi kami. Kami harus untung," kata Sekretaris Perusahaan Merpati Riswanto CP kepada Tempo, Selasa, 22 Oktober 2013.
Riswanto mengatakan meski beberapa titik pengisian bahan bakar tidak lagi melayani Merpati, kegiatan operasional masih dilakukan. Riswanto mengatakan untuk rute-rute yang masih dilayani penjualan bahan bakar, Merpati masih akan terbang. "Kami masih akan melayani rute-rute itu, rute ke Indonesia Tengah dan Indonesia Timur," kata Riswanto.
MARIA YUNIAR
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Kemenhub Belum Tahu Rencana Evaluasi Rute Merpati sekarang.