TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Jepang, Garuda Indonesia dan pemerintahan prefektur Yamanashi, Jepang, menjalin kerja sama tanpa batasan waktu. Kerja sama itu meliputi program promosi pariwisata kedua negara, serta pemberian sponsor untuk kegiatan promosi pariwisata Indonesia.
"Prefektur Yamanashi dan Jepang merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi Garuda Indonesia, khususnya penumpang bisnis dan wisata," ujar Direktur Layanan Garuda Indonesia, Faik Fahmi usai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu 16 Oktober 2013.
Gubernur prefektur Yamanashi, Shomei Yokouchi menyebut jumlah orang Indonesia yang berkunjung ke Jepang meningkat 64 persen. "Pada 2011, jumlahnya 61 ribu orang dan di 2012 menjadi 101 ribu orang," kata dia. Ia menuturkan, 50 persen kunjungan orang Indonesia ke Jepang adalah untuk pariwisata.
Sebanyak 21 persen kunjungan untuk keperluan bisnis dan 20 persen orang Indonesia yang mengunjungi Jepang bertujuan melaksanakan pendidikan di negara tersebut. Meski demikian, menurut Yokouchi, jumlah pengunjung asal Indonesia ke Jepang masih sedikit dibandingkan dengan jumlah wisatawan Indonesia ke negara-negara Asia lainnya.
"Misalnya di Taiwan, ada 151 ribu wisatawan asal Indonesia," ujar Yokouchi. Oleh sebab itu, kata dia, kerjasama dengan Garuda Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke Jepang dan Yamanashi. Ia pun mengatakan masih ada kendala yang dihadapi ketika wisatawan ingin berkunjung ke Yamanashi melalui Bandara Narita.
"Akses jalan ke Yamanashi dari Narita masih susah," ujarnya. Oleh karena itu, Yokouchi menyampaikan, pemerintah prefektur menyebarkan brosus yang berisi informasi mengenai akses menuju Yamanashi melalui Narita.
MARIA YUNIAR
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Garuda Jalin Kerja Sama dengan Pemerintah Jepang sekarang.