TEMPO.CO, Klungkung - Usulan Wakil Gubernur DKIJakarta, Basuki Tjahaja Purnama tentang penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara aturan tidak bisa dilakukan. Kecuali, Pemerintah DKI Jakarta berani mendeklarasikan daerahnya bebas dari kemiskinan. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik di Klungkung Bali, Senin 30 Desember 2013.
"Secara aturan, subsidi BBM tidak bisa dicabut. Kecuali kalau nanti di DKI sudah bisa di declare bahwa di Jakarta tidak ada orang miskin, nah itu boleh," kata Jero Wacik di sela-sela peresmian fasilitas air bersih sumur bor air dalam di Klungkung Bali. (Baca: Subsidi BBM di Jakarta Dihapus, Ada Syaratnya)
Menurut Jero, hal itu juga berlaku untuk daerah lainnya di Indonesia. Kalau ada daerah yang berani deklarasi bebas kemiskinan, BBM bersubsidi bisa dicabut di daerah itu. "Kalau Bali misalnya, kalau Bali berani mengatakan bahwa sudah tidak ada orang tidak mampu di Bali, ya boleh," kata menteri yang berasal dari Kintamani, Bali ini. (Baca:Kuota BBM Bersubsidi di Jakarta Akan Dikurangi )
Jero menjelaskan, undang-undang mewajibkan pemerintah untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu. Sedangkan, di Jakarta hanya sebagian kawasan saja masyarakatnya yang termasuk kalangan menengah ke atas. "Di Jakarta juga banyak orang miskin kok. Ada yang punya motor butut satu, itu harus dibantu," katanya.
Namun, kalau niat Ahok untuk mengurangi subsidi, Jero Wacik siap memberikan dukungan. "Kalau niatnya adalah mengurangi subsisi, saya akan suport. Tapi kalau menghapus subsidi, tidak bisa," ujar dia.
PUTU HERY (BALI)
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Jakarta Bebas Kemiskinan, Subsidi BBM Bisa Dicabut sekarang.
No comments:
Post a Comment