TEMPO.CO , Surabaya - Duta Besar Indonesia Berkuasa Penuh untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Triyono Wibowo, meyakini teknologi nuklir cukup aman bila digunakan untuk tujuan damai.
Badan Atom Internasional, kata dia, sudah melansir panduan-panduan dalam membangun reaktor nuklir. Ke depan, energi nuklir digadang-gadang menjadi salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan, menggantikan energi minyak, batu bara, dan gas bumi.
"Kita harus mulai memikirkan energi nuklir. Negara-negara Asia lain sudah merencanakan membangun beberapa reaktor nuklir," kata Triyono saat konferensi pers di kampus Universitas Airlangga, Jumat 11 Oktober 2013.
Menurutnya, jumlah penduduk dunia saat ini mencapai 7 miliar jiwa dan semua membutuhkan energi. Pada 2030, kebutuhan energi dunia diprediksi naik 50 persen dari kebutuhan sekarang, seiring dengan kenaikan jumlah penduduk.
Indonesia di tahun 2020, kata dia, membutuhkan energi listrik sebanyak 450 terawatt per tahun. Sementara pembangkit listrik di Indonesia umumnya mengkonsumsi minyak, batu bara, dan gas bumi sebagai bahan bakar menggerakkan turbin.
Adapun konsumsi minyak nasional sekitar 1,2 juta barel per hari. Indonesia, ucapnya, juga masih mengimpor sebanyak 400 ribu barel per hari dengan harga rata-rata US$ 100 per barel minyak. "Bagaimana jika 20 tahun lagi kebutuhan minyak nasional 5 juta barel? Batubara dan gas itu juga bukan renewable energy," ujarnya.
Triyono mengakui energi nuklir tidaklah murah. Biaya untuk mendirikan 1 unit PLTN membutuhkan modal sekitar Rp 100 triliun. Namun PLTN menawarkan suplai listrik yang murah, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan hingga 50 tahun.
Selain itu, kata dia, limbah nuklir kini tak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, teknologi untuk mengolah dan menyimpan limbah reaktor nuklir juga sudah tersedia. Saat ini, limbah reaktor nuklir diperjualbelikan karena bisa diolah menjadi plutonium. Swedia dan Finlandia menyediakan jasa penyimpanan limbah reaktor nuklir di negaranya. Artinya, bila dikelola dengan teknologi dan berstandar keamanan tinggi, limbah reaktor nuklir tidak berbahaya.
DIANANTA P. SUMEDI
Berita Terpopuler
SBY: Saya Bukan Pejabat Kacangan
Gaji Hakim Konstitusi Cukup buat 'Lima Istri'
SBY Minta Luthfi Hasan Tak Bersaksi Palsu
200 Tanah Suami Airin, dari Banten sampai Melbourne
Cara Atut Menjadi Gubernur Banten Versi Jazuli
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Pejabat Kemlu Minta Publik Pikirkan Energi Nuklir sekarang.