TEMPO.CO , Jakarta - Manajemen Rakuten mengumumkan telah mengakuisisi situs video Viki, yang memiliki cakupan global dan subtitle terjemahan.
Perusahaan e-commerce asal Jepang ini bakal menuntaskan proses pembelian besok. Transaksi ini diperkirakan bernilai US$ 200 juta (sekitar Rp 2,2 triliun).
Dalam pernyataannya, Chief Executive Officer Rakuten, Hirsohi Mikitani, mengatakan,"Ada kesamaan model bisnis dan filosofi dengan Viki."
Mikitani, yang memelopori penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari di kantor, mengatakan Rakuten bakal membuka layanan lebih luas dan global bagi semua komunitas dunia.
Langkah terbaru Rakuten ini menunjukkan posisi perusahaan yang bersaing secara terbuka dengan Amazon dan Netflix. Saat ini perusahaan memiliki sekitar US$ 16 miliar (176 triliun) aset.
Dalam dua tahun ini, Rakuten telah mengakuisisi perusahaan pembuat tablet e-reader Kobo asal Kanada, dan layanan streaming video di Eropa yaitu Wuaki.tv.
Baru-baru ini, Kobo meluncurkan tiga tablet berbasis Android terbaru dan sebuah e-reader. Produk ini bersaing dengan seri tablet Kindle dari Amazon.
Sedangkan layanan Wuaki.tv, yang tersedia aplikasinya untuk tablet iPad dan Android, bakal mencoba menyaingi layanan LOVEFiLM dari Amazon dan layanan serupa di Netflix.
Viki, yang berbasis di Singapura, menyediakan layanan premium seperti tayanan utama televisi dan film bioskop. Saat inia da 22 juta pengguna, yang terbagi dalam 169 bahasa.
TECHCRUNCH | BUDI RIZA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Rakuten Akuisisi Layanan Video Viki sekarang.