TEMPO.CO , Jakarta -Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar masih akan terus melemah hari ini. Menurut dia, rupiah berpotensi melemah menjadi Rp 12.200 per dolar. “Saya kira masih belum banyak berubah. Saat sesi penutupan Jumat lalu kan Rp 12.136, hari ini bisa terus melemah,” katanya kepada Tempo di Jakarta, Senin, 16 Desember 2013.
Menurut dia, pelemahan dari nilai tukar rupiah tersebut dipicu oleh faktor eksternal yaitu kejelasan mengenai kebijakan tapering off. Investor, kata Lana, masih menunggu kejelasan kebijakan tapering off yang akan ditentukan pada tanggal 17 dan 18 Desember mendatang. “Investor masih sangat terpengaruh isu tapering off,” katanya.
Lana menilai isu tapering off masih sangat berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah walaupun isu ini sudah lama bergulir. Ia berharap pemerintah Amerika Serikat sudah memiliki keputusan mengenai tapering off pada pekan ini. Kalau tidak, Lana menilai rupiah akan terus tersandera. “Investor tentunya berharap ada hasil yang lebih jelas mengenai tapering off, kalau tidak, rupiah akan terus melemah.”
Faktor eksternal, kata dia, menjadi satu-satunya faktor yang memicu pelemahan rupiah hari ini. Menurut dia, kondisi internal yang sebenarnya bergerak positif seakan tertutup oleh faktor eksternal yang tidak pasti. Lana menilai kondisi ekonomi tanah air saat ini justru sedang positif. Terbukti dengan suku bunga acuan yang tidak berubah.
“Tapi faktor ini tidak cukup menutup faktor eksternal,” katanya. Lana menambahkan nilai tukar rupiah sudah sangat undervalued. Menurut dia, nilai tukar dolar sudah sangat mahal karena adanya isu tapering off yang tak kunjung berakhir.
ANANDA TERESIA
Berita populer:
Ahok Usulkan Hapus Subsidi BBM di Jakarta
Begini Brutalnya Pelonco ITN Versi Warga Sitiarjo
Saksi Pelonco Maut: Fikri Dibanting dan Ditendang
Pengelola Gua Cina Sempat Tolak Perpeloncoan ITN
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Rupiah Berpotensi Melemah Lagi sekarang.
No comments:
Post a Comment