TEMPO.CO , Jakarta - Emiten produsen dan pengolahan kertas daur ulang, PT Fajar Surya Wisesa Tbk, menargetkan penjualan tahun depan sebesar Rp 5 triliun. Manajer Keuangan Fajar Surya Marco Hardy, mengatakan kenaikan target penjualan seiring penambahan kapasitas produksi perseroan. Tahun ini perseroan memproyeksikan bisa merealisasi penjualan Rp 4,8 triliun dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton per tahun.
"Untuk menambah kapasitas produksi, kami merencanakan untuk membangun sebuah pabrik di Surabaya, Jawa Timur," katanya saat melakukan paparan publik di Bursa Efek Jakarta, Selasa, 10 Desember 2013.
Saat ini, kata Marco, perseroan memiliki 1 pabrik di Cikarang dengan lima unit mesin. Nantinya dengan adanya pabrik baru di Surabaya, diharapkan mampu memenuhi target kapasitas produksi menjadi 1,5 juta ton per tahun. Namun target tersebut tergantung nilai tukar rupiah sebab perseroan mengacu pada standar harga kertas internasional.
Menanggapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, Marco mengatakan, salah satu yang paling terdampak adalah biaya untuk energi. Namun perseroan sudah mengantisipasi dengan melakukan kontrak jangka panjang dengan perusahaan energi selama sepuluh tahun. Adapun harga kertas naik setiap lima tahun, kenaikan harga terakhir terjadi pada 2011.
Selain itu untuk mengurangi biaya produksi tahun depan, perseroan akan mengurangi jumlah bahan baku impor. Saat ini menurut dia, komposisi bahan baku adalah 40 persen impor, dan 60 persen lokal. Jumlah bahan baku lokal tahun ini akan ditambah menjadi 70 persen.
Marco mengaku kesulitan dalam upaya daur ulang, saat ini kertas yang mampu didaur ulang hanya 50 persen. Kecenderungan orang Indonesia yang lebih memilih menyimpan kertas bekas di rumah menjadi salah satu penyebabnya.Adapun momentum pemilu tahun depan diperkirakan akan meningkatkan penjualan Fajar Surya. “Seperti halnya tahun 2009, kita berharap ada peningkatan," kata dia.
Saat ini Fajar Surya mengklaim meraih pangsa pasar 30 persen. Adapun untuk pasar ekspor saat ini 10 persen atau sekitar 100 ribu ton. Tahun depan, perseroan menargetkan 13 persen. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor saat ini antara lain adalah Singapura, Malaysia, Filipina.
Penjualan Fajar Surya, kata Marco, per 30 September 2013 mencapai Rp 4,6 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 4 triliun. "Laba operasi sebesar Rp 521 miliar naik dari tahun lalu sebesar Rp 311 miliar,” ungkapnya.
FAIZ NASHRILLAH
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan 2014, Fajar Surya Targetkan Penjualan Rp 5 Triliun sekarang.
No comments:
Post a Comment