Jalur kanan dipenuhi bis dan kendaraan pribadi pemudik di Jalan Siliwangi, Semarang (5/8). Jalan protokol ini menjadi jalan utama rombongan pemudik yang menuju kota Semarang, Surabaya, dan Solo. (Tempo/Budi Purwanto)
TEMPO.CO , Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menggelar lelang proyek Mass Rapid Trans (MRT) di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa malam, 17 Desember 2013. Acara ini diikuti para investor dari dalam dan luar negeri.
"Kurang lebih ada 60 perusahaan, dari dalam dan luar negeri," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Hotel Majapahit, Surabaya, Selasa malam, 17 Desember 2013.
Dari 60 perusahaan, 40 persen berasal dari dalam negeri. Sementara 60 persen perusahaan berasal dari luar negeri seperti Cina, Jerman, Thailand, Malaysia, Spanyol, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.
Risma belum dapat memastikan pemenang tender proyek itu. Dia hanya memastikan pada Januari 2014, penyusunan pra-kualifikasi para peserta tender dimulai. "Paling lama 6 bulan, tapi saya rasa 4 bulan bisa," ujar Risma.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menargetkan pembangunan konstruksi akan menghabiskan waktu maksimal 2 tahun. Nilai investasi proyek trem dan monorel yang akan menghubungkan Surabaya Barat-Timur dan Surabaya Utara-Selatan ditaksir mencapai Rp 8,6 Triliun.
Risma mengatakan proyek ini akan mendapat bantuan dari dana APBN. "Sudah ada lampu hijau dari pusat (pemerintah), bantuan dana sekitar 40 persen," tambah Risma.
Pada acara Market Sounding MRT itu juga dihadiri pengembang, Bappenas dan World Bank. Hadir pula para akademisi dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM) dan ITB.
DEWI SUCI RAHAYU
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan 60 Investor Berminat Garap MRT Surabaya sekarang.
No comments:
Post a Comment