TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air dengan rute Kupang-Surabaya-Jakarta yang sempat terbang selama 10 menit hari ini dan kembali mendarat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur dipastikan bukan karena ada masalah pendingin udara (AC).
”Pesawat itu kembali ke bandara karena ada indikator di kokpit yang membuat pilot memutuskan untuk kembali lagi,” ujar Direktur Umum PT Lion Merpati Airlines, Edward Sirait ketika dihubungi kemarin.
Sebelumnya diberitakan pesawat dengan nomor penerbangan 0693 itu kembali lagi ke bandara El Tari karena AC yang tidak berfungsi atau mati. Namun, meskipun telah memastikan hal tersebut bukan karena matinya pendingin udara ataupun mesin, tapi Edward tak mengetahui dengan jelas mengenai indikator itu.
Seperti biasa, kata Edward, pesawat Lion Air itu sudah menjalani pengecekan sebelum berangkat. Namun di luar dugaan, muncul indikator yang mengakibatkan pesawat harus kembali lagi ke bandara.
Akhirnya para penumpang yang berjumlah 206 orang itu harus mengalami penundaan penerbangan. Para penumpang akan diangkut menggunakan pesawat lainnya pada pukul 22.00 WITA malam ini. Namun, dari ratusan penumpang itu, 20 diantaranya telah batalkan penerbangan karena takut untuk melanjutkan penerbangan.
Menanggapi insiden ini, Edward menyatakan Lion Air akan membayarkan kompensasi kepada para penumpang sesuai Permenhub Nomor 77 Tahun 2011. “Kita akan bayarkan kompensasi untuk penumpang,”ujarnya.
APRILIANI GITA FITRIA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Lion: Pesawat Kembali ke El Tari Bukan Karena AC sekarang.