Pekerja terus merampungkan liang lahat tempat jenazah Lukminto, pendiri dan pemilik PT Sri Rejeki Isman Textile atau Sritex, akan dimakamkan (12/2). Lukminto meninggal dunia pada 5 Februari, akan dimakamkan pada 16 Februari di kompleks pemakaman keluarga Shri Garden di Karanganyar. TEMPO/Ukky Primartantyo
TEMPO.CO , Karanganyar - Prosesi pemakaman bos PT Sri Rejeki Isman Textile, Muhammad Lukminto diwarnai badai debu vulkanik. Saat jenazah Lukminto sudah diturunkan ke liang lahat dan keluarga bersiap menutupi liang lahat dengan tanah, tiba-tiba ada debu vulkanik sekitar pukul 14.15.
Debu vulkanik tersebut seperti badai, yang langsung masuk ke tenda-tenda tempat para pelayat duduk. Sontak para pelayat berhamburan mencari tempat berlindung. Ada pula yang refleks mengambil kain putih penutup kursi dan dipakai untuk melindungi wajah.
Para tamu VIP seperti keluarga, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan istri, dan mantan Menteri Penerangan Harmoko, segera diungsikan ke tenda khusus di sekitar liang lahat.
Tenda para pelayat pun seketika kosong melompong. Pembawa acara yang meminta tamu dan karyawan agar tetap di tempat duduk, sama sekali tidak digubris.
Angin yang membawa debu vulkanik terjadi sekitar 5 menit. Angin membawa butiran pasir yang membuat mata pedih.
Selama badai abu vulkanik, prosesi menutup liang lahat dengan tanah terus dilakukan. Setelah badai abu vulkanik reda, hanya sebagian kecil pelayat yang kembali. Lainnya langsung meninggalkan lokasi pemakaman.
UKKY PRIMARTANTYO
Baca juga:
Abu Kelud Menyerbu ke Gerbong Kereta Bisnis
Kunjungi Korban Kelud, Ini Kereta Ani Yudhoyono
Pasca-erupsi Kelud, PT KAI Tidak Tambah Kereta
Warga Yogya Semringah Abu Kelud Diguyur Hujan
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Debu Kelud Terbang, Pelayat Lukminto Berhamburan sekarang.