TEMPO.CO, Jakarta - Selama semester I 2013 pasar perumahan Jabodetabek tetap moncer meskipun kondisi perekonomian global belum membaik. "Berdasarkan rata-rata angka unit rumah terjual per bulannya pada masing-masing perumahan, semua wilayah mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan," kata Managing Director Cushman & Wakefield David Cheadle dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2013.
Secara umum, nilai rata-rata transaksi per perumahan di Jabodetabek pada semester I 2013 meningkat 6,9 persen dari semester sebelumnya, dan 0,8 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 151 miliar per bulan. Tangerang berkontribusi sebesar 53 persen dari nilai tersebut, sedangkan Jakarta punya porsi terkecil yaitu 6 persen.
Rata-rata nilai transaksi bulanan per perumahan pada masing-masing area mengalami kenaikan, seperti Jakarta yang naik 38,1 persen dari semester lalu menjadi Rp 9,3 miliar; Tangerang naik 6,8 persen menjadi Rp 80,3 miliar; Bogor-Depok naik 6,9 persen menjadi Rp 23,2 miliar; dan, Bekasi naik 1,71 persen menjadi Rp 38,2 miliar.
Ia juga menyatakan bahwa penjualan selama semester I 2013 di Jabodetabek didominasi oleh unit rumah segmen atas dengan harga lebih dari Rp 2 miliar dengan luas 120-240 meter persegi. Unit ini mendominasi komposisi penjualan di Jakarta dan Tangerang masing-masing 58 dan 49 persen. Sedangkan segmen menengah atas dengan harga Rp 1,4-1,8 miliar dengan luas 90-157 meter persegi, yang semester sebelumnya mendominasi penjualan pada semester I, tahun ini hanya mendapat porsi 23 persen dari total transaksi.
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Ekonomi Melambat, Pasar Perumahan Masih Tumbuh sekarang.