Showing posts with label 4 Persen. Show all posts
Showing posts with label 4 Persen. Show all posts

Thursday, December 12, 2013

Antisipasi Tapering, Indeks Melorot 1,4 Persen

Written By inikangubay; About: Antisipasi Tapering, Indeks Melorot 1,4 Persen on Thursday, December 12, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Antisipasi Tapering, Indeks Melorot 1,4 Persen

TEMPO.CO , Jakarta - Melemahnya bursa regional Asia serta pembukaan bursa Eropa yang cenderung negatif membuat indeks kembali terkoreksi tajam. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini turun 59,52 poin (1,4 persen) ke level 4.212,21.


Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia, Benedictus Agung, mengatakan ekspektasi pengurangan stimulus bank sentral Amerika (The Fed) masih menjadi faktor pendorong aksi jual di pasar saham.


"Kesepakatan anggaran belanja Amerika akan memberikan ruang lebih bagi The Fed untuk melakukan pemangkasan stimulus (tapering) lebih awal," ujar dia dalam rilis yang diterima Tempo, Kamis, 12 Desember 2013.


Saham-saham sektor perbankan menjadi pemberat indeks hari ini, seperti Bank BRI, Bank BCA, dan Bank Mandiri. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 3,4 triliun, lebih kecil dari hari-hari sebelumnya. "Asing masih melakukan tekanan jual dengan membukukan penjualan bersih Rp 511 miliar," kata Benedictus.


Meski hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 7,5 persen, pergerakan indeks tidak terdorong naik. Ini menunjukkan sentimen eksternal lebih dominan mempengaruhi pergerakan indeks.


Bursa regional melemah hingga 17.00 WIB. Nikkei 225 terkoreksi 1,12 persen ke 15.341,82, Hang Seng melemah 0,51 persen ke 23.218,12, bursa Korea susut 0,51 persen ke 1.967,93, dan Strait Times turun 0,06 persen ke 3.059,04.


PDAT | M. AZHAR


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Antisipasi Tapering, Indeks Melorot 1,4 Persen sekarang.

Friday, August 16, 2013

Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Dipatok 6,4 Persen

Written By inikangubay; About: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Dipatok 6,4 Persen on Friday, August 16, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Dipatok 6,4 Persen

TEMPO.CO , Jakarta - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 sebesar 6,4 persen. Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato keterangan pemerintah atas RUU APBN 2014 di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, hari ini, Jumat, 16 Agustus 2013.


Sementara untuk asumsi inflasi, pemerintah menetapkan inflasi akan dijaga pada level 4,5 persen. SBY mengatakan, untuk menjaga inflasi, pemerintah akan melakukan bauran kebijakan fiskal dan moneter serta menjamin kelancaran ketersediaan kebutuhan masyarakat. "Serta kebijakan ketahanan pangan," kata Yudhoyono.


Untuk nilai tukar, SBY mengatakan akan dilakukan kebijakan moneter yang sangat hati-hati untuk menjaga stabilitas ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah yang realistis. "Untuk tahun 2014, kita menggunakan asumsi rata-rata nilai tukar Rp 9.750 per dolar AS," tuturnya.


Sedangkan untuk asumsi suku bunga, pemerintah menetapkan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan pada tingkat 5,5 persen. Hal itu akan didorong dengan menjaga kesehatan fundamental ekonomi dan fiskal agar instrumen Surat Utang Negara tetap memiliki daya tarik yang tinggi bagi investor. "Setelah mempertimbangkan berbagai faktor utama, asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia sebesar US$106 per barel."


Adapun untuk asumsi lifting minyak mentah dan lifting gas bumi, pemerintah memperkirakan lifting minyak mentah mencapai 870 ribu barel per hari, sementara lifting gas bumi mencapai 1.240 ribu barel setara minyak per hari. Pemerintah tidak ngoyo menggenjot produksi kedua sumber daya alam itu karena usia sumber yang semakin kurang produktif. “Namun demikian, Pemerintah terus berupaya untuk mengatasinya," kata SBY.


Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dapat terjaga di kisaran 6 persen karena masih bisa mengharapkan geliat ekonomi di dua kuartal terakhir yang tersisa. “Momentum pertumbuhan ekonomi semester I tahun ini harus tetap dijaga,” ujarnya.


Pernyataan tersebut merespons laporan Badan Pusat Statistik soal pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini yang hanya mencapai 5,9 persen, salah satunya dipicu oleh perlambatan perekonomian global. “Besaran itu harus dijaga agar akhir tahun tidak turun,” kata Hatta.


Data BPS itu menunjukkan tingkat pertumbuhan masih lebih rendah dari target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan sebesar 6,3 persen. Bank Indonesia pun pada awal bulan lalu telah merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 6,2-6,6 persen menjadi 5,8-6,2 persen.


ANGGA SUKMA WIJAYA


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Dipatok 6,4 Persen sekarang.