Wednesday, November 13, 2013

Triwulan III, Defisit Neraca Pembayaran Naik Tipis

Written By inikangubay; About: Triwulan III, Defisit Neraca Pembayaran Naik Tipis on Wednesday, November 13, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Triwulan III, Defisit Neraca Pembayaran Naik Tipis

TEMPO.CO , Jakarta - Defisit pada neraca pembayaran Indonesia naik tipis di triwulan III 2013 menjadi US$ 2,65 miliar. Sebelumnya, pada triwulan II 2013, defisit tercatat US$ 2,48 miliar. Kondisi ini disebabkan oleh defisit transaksi berjalan yang terus berlanjut dan mengecilnya kemampuan transaksi modal dan finansial dalam menutup defisit tersebut.


Seperti yang diperkirakan Bank Indonesia sebelumnya, defisit transaksi berjalan masih terjadi pada triwulan III 2013 meski menusut. Jika pada pada triwulan II 2013 defisit mencapai US$ 9,95 miliar atau setara 4,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), maka pada triwulan III 2013 defisit turun menjadi 8,45 miliar atau setara 3,8 persen dari PDB.


Penyebab utama defisit pada transaksi berjalan adalah defisit pada transaksi minyak yang membesar. Pada triwulan II 2013, defisit transaksi minyak mencapai US$ 5,29 miliar, lalu naik menjadi US$ 5,86 miliar pada triwulan III 2013. Hal ini dikarenakan naiknya impor minyak dari US$ 9,53 miliar menjadi US$ 10,69 miliar. Sementara ekspor hanya naik tipis dari US$ 4,24 miliar menjadi US$ 4,81 miliar.


Meski begitu, ada sedikit perbaikan pada transaksi gas, non-migas, jasa dan pendapatan. Surplus pada transaksi gas tercatat naik, meski amat tipis yakni dari US$ 3 miliar menjadi US$ 3,04 miliar. Transaksi non-migas membaik dari surplus US$ 1,59 miliar menjadi surplus US$ 2,81 miliar. Adapun defisit pada transaksi jasa turun tipis dari US$ 3,12 miliar menjadi US$ 2,61 miliar. Sedangkan defisit pada transaksi pendapatan turun dari US$ 7,13 miliar menjadi US$ 6,71 miliar.


Sementara itu, surplus pada transaksi modal dan finansial turun dari US$ 8,42 miliar pada triwulan II 2013 menjadi US$ 4,89 miliar pada triwulan III 2013. Penyebabnya, investasi di portfolio yang tercatat turun dari US$ 3,39 miliar menjadi US$ 1,88 miliar. Investasi lainnya juga berubah dari surplus US$ 1,2 miliar menjadi defisit US$ 2,13. Namun, investasi langsung berupa penanaman modal asing di dalam negeri tercatat berada di level terbaiknya sepanjang tahun ini, nilainya mencapai US$ 5,43 miliar.


Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September 2013 tercatat sebesar US$ 95,68 miliar. Perkembangan terakhir, cadev meningkat menjadi US$ 97 miliar di akhir Oktober 2013. Posisi cadev tersebut setara dengan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.


Juru Bicara Bank Indonesia, Difi Johansyah mengatakan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia diperkirakan terus membaik terutama ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat. Sementara itu, transaksi berjalan diperkirakan terus pada tren perbaikan utamanya karena penurunan impor non-migas dan berkurangnya defisit neraca jasa seiring melambatnya permintaan domestik.


"Meskipun demikian, perbaikan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia masih memerlukan koordinasi kebijakan lanjutan antara Pemerintah dan Bank Indonesia, antara lain di sektor migas yang perlu langkah-langkah pengendalian konsumsi BBM untuk mengurangi defisit transaksi berjalan dari masih tingginya impor minyak," kata Difi.


MARTHA THERTINA


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Triwulan III, Defisit Neraca Pembayaran Naik Tipis sekarang.

No comments:

Post a Comment