PT Lenovo Indonesia secara resmi meluncurkan notebook terbarunya yaitu Lenovo Flex 14, di Jakarta, (7/11). Notebook berukuran 14 inchi ini merupakan notebook Dual Mode yang bisa dirubah menjadi Laptop dan Stand. TEMPO/Imam Sukamto
TEMPO.CO , Jakarta -- Lenovo terus menggenjot volume penjualan produk-produknya agar bisa menjadi yang terdepan diantara para pesaing. Perusahaan asal Cina ini mengakui melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar cukup berpengaruh terhadap tingkat penjualan.
"Dampak naiknya nilai dolar ini kan ke semua lini, begitupun dengan merek-merek lain kena imbas. Di Lenovo harga produk mengalami korektif jadi harga baru," kata Irene Santosa selaku Country Lead Small Medium Business PT Lenovo Indonesia, di Jakarta, Kamis 14 November 2013.
Namun, meskipun terimbas akibat dolar, perusahaan memiliki strategi yang dijalankan untuk mengantisipasi adanya penurunan penjualan produk Lenovo. Irene mengatakan, Lenovo terus menggerakkan promosi dan memperkuat manajemen marketing agar tingkat penjualan terus terdorong naik.
Menurutnya, strategi ini cukup efektif yang salah satunya dapat dilihat melalui keberhasilan Lenovo meraih pangsa pasar utama di segmen PC (Personal Computer). Mengutip data dari International Data Corporation (IDC), Lenovo masih menjadi pemain utama global industri PC dengan pangsa pasar 17,7 persen.
"Pencapaian ini cukup impresif di tengah pasar PC yang menurun. Kami mengalami pertumbuhan paling cepat dibanding pasar itu sendiri," ujarnya. IDC mencatat, pengiriman PC di seluruh dunia pada kuartal ketiga 2013 mengalami penurunan 7,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Sementara di Indonesia, Lenovo berhasil menduduki posisi kedua sebesar 13,5 persen untuk pasar PC pada kuartal ketiga tahun kalender (Juli-September) 2013. Padahal pencapaiannya pada periode sama tahun lalu hanya berhasil di angka satu digit. "Kami gencarkan terus penjualan untuk terus tumbuh di pasar Indonesia," katanya.
Ke depan, lanjut Irene, Lenovo tetap optimis mampu mempertahankan posisinya sebagai merek nomor satu di segmen ini. Optimisme ini turut didasari dengan kondisi ekonomi di Indonesia yang masih baik, sehingga peluang pertumbuhan juga lebih besar.
ROSALINA
Baca juga:
Jawaban SBY Soal Mobil Murah
BEI: Kenaikan BI Rate Kejutan Sementara
Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah 2015
Realisasi Belanja Negara Akan Capai 96 Persen
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Harga Lenovo Terimbas Pelemahan Rupiah sekarang.
No comments:
Post a Comment