Thursday, November 21, 2013

Jim Goevedi Bicara Perang Siber Australia

Written By inikangubay; About: Jim Goevedi Bicara Perang Siber Australia on Thursday, November 21, 2013

www.ubaidillah.net Teknologi hari ini dihimpun dari Jim Goevedi Bicara Perang Siber Australia

TEMPO.CO , Jakarta --Pakar teknologi keamanan jaringan Indonesia, Jim Geovedi angkat bicara soal reaksi peretas lokal yang berkoar menyerang situs pemerintah Australia. Ia berpendapat yang dilakukan mereka, bukanlah bagian dari perang siber.


"Coba itu yang lagi ribut-ribut 'cyberwar', baca dulu artikel yang gue tulis 2005," ujar Jim di akun twitternya, @geovedi, 14 November silam. Jim mengomentari riuhnya kabar perang siber menanggapi penyadapan Australia ke Indonesia.


Para peretas lokal, sempat mengancam melakukan perang siber ke Australia. Hal itu disanggah oleh Jim. "Perang siber adalah istilah yang besar dan serius," tulisnya di situs Github. Perang siber, tak bisa diutarakan sejumlah orang atau komunitas, melainkan oleh kepala negara. "Deklarasi adalah hak istimewa pemimpin negara, bukan hak anak-anak yang bahkan belum punya hak pilih dalam pemilu."


Selain itu, ada dua kriteria lain serangan siber dapat dikategorikan dalam perang siber. "Perang siber harus bersifat instrumental (punya tujuan)," urainya. Misal, peretas dalam serangannya harus menuntut pihak lawan untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukannya. Kebanyakan serangan siber yang terjadi di sejumlah situs Australia beberapa hari belakangan hanya berisi pernyataan, bukan ultimatum.


Namun yang paling utama, menurut Jim, perang siber akan memakan korban. "Serangan terhadap sistem komputer yang berbahaya menimbukan jatuhnya korban jiwa," ujarnya. Bila hanya menimbulkan kerugian materil, hal tersebut belum dapat dikategorikan perang siber.


Menurutnya, sampai hari ini belum ada satupun serangan siber yang memenuhi persyaratan tersebut. "Belum ada korban akibat serangan siber. Belum ada negara yang menyatakan perang siber secara resmi, dan belum ada pelaku penyerangan siber yang disponsori oleh negara, terang-terangan mengakui aksinya."


Jim adalah peretas berskala internasional. Ia mengaku pernah meretas dua satelit Indonesia dan Cina milik para kliennya. Saat itu ia diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit dan melihat kemungkinan menggeser rotasinya.


ANDI PERDANA


Berita terkait:

SBY Anggap Australia Tak Pantas Menyadap

Ekonom Menilai Australia Akan Dirugikan

Tiga Langkah SBY Sikapi Penyadapan Australia

Ahok: Tak Perlu Disadap, Saya Sudah 'Ember'


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Jim Goevedi Bicara Perang Siber Australia sekarang.

No comments:

Post a Comment