Tulisan permintaan bantuan makanan dan minuman dari warga yang terkena dampak bencana Taifun Haiyan di Tanawan, FIlipina (13/11). Ribuan korban selamat kini mengalami kesulitan untuk mencari makanan dan kebutuhan hidup lainnya. (AP Photo/Wally Santana)
TEMPO.CO , Warsawa - Naderev "Yeb" Sano, wakil Filipina dalam pertemuan Komite Perubahan Iklim PBB di Warsawa, menitikkan air mata saat berpidato tentang kondisi terkini negaranya pasca topan Haiyan melanda. Yeb, yang keluarganya tinggal di Tacloban - salah satu wilayah terparah - mengumumkan bahwa ia akan mogok makan sampai 'perubahan yang berartiada di depan mata'.
"Apa yang kami alami adalah akibat dari perubahan iklim yang ekstrem," katanya. "Kita bisa memperbaiki ini. Kita bisa menghentikan kegilaan ini. Saat ini, di sini." hadirin yang berada di ruangan itu, berdiri sambil bertepuk tangan.
Perwakilan dari 190 negara berkumpul di Polandia untuk menghasilkan sebuah pakta baru untuk memerangi pemanasan global.
Dalam pertemuan itu, Yeb juga mengatakan bahwa intensitas badai adalah akibat dari perubahan iklim akibat pemanasan global. "" Ilmu pengetahuan mengatakan kepada kita hal yang paling sederhana, bahwa perubahan iklim akan berarti badai tropis lebih intens," katanya.
Di Harian Guardian, dia menulis opini tentang hal ini. "Saat Bumi menghangat, lautan juga ikut hangat," katanya. "Energi yang tersimpan di perairan Filipina akan meningkatkan intensitas topan dan tren sekarang yang kita lihat adalah bahwa badai yang lebih destruktif akan menjadi norma baru."
Dia menantang siapa saja yang terus menyangkal kenyataan bahwa perubahan iklim akan berdampak bagi terbentuknya topan yang merusak untuk datang ke negaranya. "Datang ke Filipina dan daerah lain yang berada di garis depan terdampak perubahan iklim,"katanya.
Komentarnya itu diamini oleh Christiana Figueres, direktur eksekutif dari kerangka konvensi PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC). Dia mengatakan bahwa Topan Haiyan adalah realitas serius untuk perundingan dua minggu di ibukota Polandia. "Kita harus tetap fokus mengerahkan upaya maksimal untuk menghasilkan sesuatu yang positif, karena apa yang terjadi di stadion ini bukan permainan," katanya.
TELEGRAPH | TRIP B
Berita terkait:
Haiyan Hilang, Badai Zoraida Datang
Filipina Kekurangan Tim Penyelamat Lokal
Tacloban, Wilayah Terparah Topan Haiyan
3 Cara Korban Topan Haiyan Bertahan Hidup
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Topan Haiyan 'Produk' Kasat Mata Perubahan Iklim sekarang.
No comments:
Post a Comment