TEMPO.CO , Jakarta -- Perusahaan konsultan properti swasta terbesar di dunia Cushman & Wakefield menyatakan bahwa tahun ini pertumbuhan bisnis perhotelan akan mencapai 8 persen di kawasan Asia Pasifik. Angka tersebut didasarkan pada jumlah wisatawan yang tahun ini diperkirakan bertambah pada kisaran yang sama.
"Pariwisata di wilayah Asia saat ini berada dalam suatu siklus yang menakjubkan, dipantik oleh efek positif dari peningkatan status ekonomi kawasan serta pesatnya pertumbuhan perjalanan udara yang kian terjangkau," kata Sigrid Zialcita, Managing Director, Research, Cushman & Wakefield di Asia Pasifik dalam keterangantertulis, Kamis 14 November 2013.
Sigrid mencatat, jumlah kunjungan wisatawan di Asia Pasifik tahun lalu adalah 221,5 juta orang. Asia Tenggara memimpin dengan peningkatan kunjungan wisata dari tahun ke tahun sebesar 9,9 persen. Faktor pendorongnya adalah pemerintah di kawasan ini sedang berupaya meningkatkan kapasitas bandara, pelabuhan laut dan jalur kereta api dalam kerangka membangun konektivitas antarkota dan infrastruktur sebagai bagian dari upaya menggenjot sektor pariwisata mereka.
Pada 2012, menurut Sigrid, pasar sebagian besar hotel di seluruh Asia mengalami pertumbuhan positif dalam rasio RevPAR ( Revenue per Available Room atau Pendapatan per Kamar), terkecuali Mumbai dan Kawasan NCR (Nasional Capital Region/Ibu kota), India.
Pasar teratas pertumbuhan RevPAR adalah Bangkok (19,3 persen), Hong Kong (10,1 persen) dan Jakarta (9,8 persen). Posisi mereka diuntungkan dari situasi pertumbuhan tingkat hunian dan kenaikan Tarif Rata-rata Harian (ADR) di wilayah itu.
Sementara pasar yang justru terlihat mengalami penurunan RevPAR adalah Bali (-4.6 persen) , Ho Chi Minh City (-7.0 persen), Mumbai (-15,1 persen) dan wilayah NCR (-21,6 persen). "Hal itu disebabkan pasokan kamar hotel yang cukup besar saat ini," kata Sigrid.
Tahun ini, kinerja hotel di wilayah Asia terlihat bervariasi . Dengan tambahan penyediaan kamar baru yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir ini, terdapat beberapa penurunan harga di sejumlah wilayah , seperti Singapura dan Shanghai . Di sisi lain, beberapa pasar baru berkembang pesat seperti Dhaka, Yangon, Colombo dengan ketersediaan pasar high-end hotel yang terbatas, namun dalam situasi permintaan pariwisata yang tinggi, mereka tengah menikmati pertumbuhan pendapatan yang kuat saat ini.
PINGIT ARIA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Bisnis Hotel Asia Tenggara Tumbuh 9,9 Persen sekarang.
No comments:
Post a Comment