TEMPO.CO, Jakarta - Dunia perbankan di tanah air tak banyak memiliki tenaga ahli bersertifikat di bidang perdagangan internasional. “Kalau tak secara aktif mempersiapkan diri, kita akan ketinggalan,” ujar Kepala Kamar Dagang Internasional Indonesia (International Chamber of Commerce/ICC), Noke Kiroyan, Jumat 8 November 2013.
Dalam acara penandatanganan kerja sama pelatihan dengan Bank Negara Indonesia itu, Ryan menjelaskan, perbankan domestik termasuk bank-bank asing yang beroperasi di Indonesia baru memiliki 161 Certified Documentary Credit Specialist (CDCS).
“RRC memiliki 7 ribu CDCS, dan India 2 ribu CDCS. Sangat nyata timpangnya," katanya membandingkan. "Jumlah tenaga tersertifikasi di Indonesia bahkan kalah banyak dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Singapura."
Melalui kerja sama pelatihan dengan BNI, Noke berharap akan lebih banyak tenaga kompeten sehingga layanan perbankan di bidang perdagangan internasional bisa semakin baik. "Dalam gelombang pertama, ada 100 orang yang akan menjalani pelatihan. Mereka akan mengikuti ujian online pada April 2014, kalau lulus akan mendapat sertifikat," ucapnya.
Direktur Treasury and Financial Institution BNI, Adi Setianto, mengungkapkan kerja sama tersebut juga sebagai langkah antisipasi menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). "Kami melihat ada gap antara kompetensi saat ini dengan kebutuhan terutama untuk antisipasi MEA," ucapnya.
MARTHA THERTINA
Terpopuler
Ini Daftar Para Penerima Dana Haram Hambalang
Curhat Adik Atut: Kenapa Tempo Marah Sekali?
Di Depan Investor, Boediono Bacakan Pidato Basi
Miss Jinjing: Atut Pakai Tas Hermes, Sudah Pas!
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Bankir Ahli Transaksi Global Masih Langka sekarang.
No comments:
Post a Comment