TEMPO.CO , Bangkok - Pasar saham regional Asia mengalami kelesuan pada sesi pembukaan perdagangan, Rabu, 18 September 2013. Keraguan investor untuk masuk dan melakukan aksi borong saham menyebabkan sejumlah indeks saham melorot.
Associated Press mengabarkan, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen ke level 23.140,55. Begitu pula dengan indeks S&P/ASX 200 Australia yang turun 0,3 persen menjadi 5.236,90. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang berhasil naik 1,8 persen ke posisi 14.570,76.
Investor gamang menanti pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang membahas rencana pengurangan stimulus moneter oleh bank sentral Amerika. Para pemain saham yang menunggu keputusan The Fed resah lantaran belum muncul sinyal ke arah tertentu. Akibatnya, mereka menahan aksi beli dan cenderung melepas saham-saham lapis dua.
Rencana The Fed untuk menarik stimulus hingga US$ 85 miliar per bulan juga membuat resah negara-negara berkembang. Setelah menyuntikkan dolar dalam jumlah besar pada krisis 2008, The Fed akan menarik dana tersebut secara bertahap, seiring dengan membaiknya perekomian Amerika. Akibatnya, likuiditas dolar berkurang dan ujung-ujungnya melemahkan nilai tukar mata uang negara berkembang.
Para pelaku pasar modal berharap The Fed tidak menarik stimulus terlalu besar. Sebab,pembelian obligasi oleh bank sentral itu telah mempertahankan suku bunga di tingkat yang cukup rendah, sehingga investor lebih murah untuk meminjam uang. Namun agaknya para pejabat The Fed tetap berkeinginan menarik stimulus untuk menunjukkan perekonomian Amerika yang semakin membaik.
Kantor berita AFP mengabarkan saham-saham di bursa saham Wall Street New York menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 34,95 poin (0,23 persen) di level 15.529,70 pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Indeks S&P 500 naik 7,16 poin (0,42 persen) menjadi 1.704,76 dan Nasdaq menguat 27,85 poin (0,75 persen) menjadi 3.745,70.
FERY FIRMANSYAH | NINIS CHAIRUNNISA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Investor Galau, Pasar Saham Asia Lesu sekarang.
No comments:
Post a Comment