TEMPO.CO , Jakarta - Pemerintah memastikan, upaya untuk memasukkan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan karet ke dalam daftar produk ramah lingkungan atau Environmental Good List (EG List) tidak akan dilakukan pada pertemuan APEC di Bali, 1-8 Oktober 2013.
Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan, pimpinan APEC sudah sepakat, isu untuk menambah daftar produk ramah lingkungan tidak bisa dilakukan tahun ini. “Sebab, jika CPO Indonesia dimasukkan ke dalam produk ramah lingkungan, maka negara-negara lain menginginkan hal yang sama dan membutuhkan waktu diskusi lebih panjang," ujarnya, Senin, 30 September 2013.
Hal tersebut, menurutnya, telah diputuskan dalam rangkaian pertemuan pejabat senior APEC yang telah dilakukan di Jakarta, Medan, dan Surabaya beberapa waktu lalu. Tak mau menyebut negara mana yang paling getol meneriakkan penolakan, Iman menyatakan, "Yang jelas ini belum berakhir, kita akan terus perjuangkan kepentingan kita."
Menurut Iman, pada 2012 lalu di Vladivostok Rusia, APEC sudah melakukan negosiasi pembahasan penambahan daftar produk yang masuk daftar produk hijau dan menghasilkan adanya 54 produk yang terdaftar. Negosiasi itu sendiri membutuhkan waktu yang lama dengan proses panjang, sehingga tidak mungkin dijalankan kembali pada tahun ini.
Iman menambahkan, untuk mendukung ekspor sawit dan karet, pemerintah kini telah mengubah pendekatan. Pendekatan baru itu adalah mengusulkan adanya daftar baru dengan syarat tidak hanya produk ramah lingkungan tetapi juga terbarukan, mendorong pembangunan pedesaan, dan mendorong pengentasan kemiskinan. "Ini pendekatan yang lebih holistik untuk memasukkan sawit dan karet dalam EG List," ujarnya.
PINGIT ARIA
Baca Juga
Teras Narang Minta Pabrik CPO Bantu Perbaiki Jalan
Perkebunan Kelapa Sawit Diklaim Sesuai Moratorium
Aktivis: Stop Pembukaan Lahan Sawit di Indonesia
Hutan Papua Berpotensi untuk Kebun Sawit
Malaysia Tambah Investasi Kebun Sawit di Indonesia
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Indonesia Tetap Perjuangkan Sawit dan Karet sekarang.
No comments:
Post a Comment