Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan (tengah bawah) bersama para menteri dan pimpinan delegasi negara-negara APEC memberi keterangan pers seusai pertemuan terakhir APEC Ministerial Responsible for Trade (MRT) Meeting di Surabaya, Jawa Timur, (21/4). ANTARA/Ismar Patrizki
TEMPO.CO , Nusa Dua - Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Conference/APEC) resmi digelar mulai hari ini, Selasa, 1 Oktober 2013 hingga Selasa 8 Oktober 2013 mendatang.
Agenda pembuka dari rangkaian pertemuan yang bakal dihadiri 21 kepala negara ini adalah rapat para pejabat senior dari tiap-tiap negara. Rapat pejabat setingkat eselon 1 ini akan digelar dua hari, mulai hari ini hingga Rabu esok di The Laguna Hotel, Nusa Dua, Bali.
"Rapat ini akan menyimpulkan hasil pembicaraan dalam beberapa pertemuan sebelumnya di Jakarta dan Surabaya beberapa waktu lalu," kata Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Iman Pambagyo.
Hasil pertemuan ini, menurut Iman, akan dilaporkan kepada menteri terkait di masing-masing negara. Selanjutnya, para menteri akan menggelar rapat pada Jumat, 4 Oktober 2013 di lokasi yang sama. Setelah itu, baru mereka akan melaporkan hasilnya kepada kepala negara masing-masing sebagai bekal pertemuan puncak para pemimpin negara pada 7 dan 8 Oktober 2013.
Model pertemuan bersusun ini, menurut Iman, akan memudahkan kepala negara untuk mengambil keputusan pada pertemuan akhir. "Sebab seperti kita tahu, waktu yang mereka miliki singkat," katanya. Iman menyatakan, beberapa hal yang dibahas dalam rapat hari ini adalah pencapaian Bogor Goals dan soal konektifitas antarnegara anggota.
Bogor Goals adalah deklarasi yang dihasilkan dalam KTT APEC di Bogor tahun 1994. Kesepakatan yang dicapai adalah menciptakan liberalisasi sistem perdagangan dan investasi tahun 2010 untuk negara maju dan tahun 2020 untuk negara berkembang.
Tujuan dari Bogor Goals antara lain memperkuat sistem perdagangan multilateral yang terbuka, meningkatkan liberalisasi perdagangan dan jasa, mengintensifkan kerja sama ekonomi di Asia-Pasifik, dan mempercepat proses liberalisasi melalui penurunan hambatan perdagangan dan investasi lebih jauh.
Tak hanya mengandalkan laporan dari bawahannya, para pemimpin APEC di dalam sidang juga akan mendapat masukan dari sektor swasta yang tergabung dalam APEC Bussiness Advisory Council (ABAC).
Sejak hari ini hingga tiga hari ke depan, ABAC juga menggelar rapat di Ayana Resort, Nusa Dua, untuk mempersiapkan rekomendasi bagi para pemimpin APEC. Selain itu, mereka juga mengundang sekitar 1.200 pemimpin perusahaan swasta terkemuka dari negara anggota APEC untuk turut menyumbang ide demi memajukan perdagangan dan dunia usaha di kawasan ini.
PINGIT ARIA
Berita Terpopuler
Delay, Penumpang Lion Air Terkunci Dalam Pesawat
Ini Sebab Agus Yudhoyono Telat Lari Maraton
Aidit Tak Mampu Mem-PKI-kan Lekra
Ini Alasan Lain Direktur Utama TVRI Dipecat
Mengenang Njoto di Lekra
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan KTT APEC Dibuka dengan Rapat Tingkat Dirjen sekarang.
No comments:
Post a Comment