TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan akuisisi PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) diputuskan dengan harga final US$ 556,7 juta dengan sistem berdasarkan nilai aset perusahaan tersebut. Berdasarkan kesepakatan terakhir, akuisisi yang disetujui dengan nilai US$ 556,7 dengan sistem pengalihan saham dan tidak lagi dilakukan post audit terhadap PT Inalum.
"Ini sudah final dengan US$ 556,7 juta, kalau harganya berdasarkan audit, BPKP mengestimasi sekitar US$ 600 juta atau lebih," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta 9 Desember 2013.
Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, di lokasi yang sama mengatakan penanda tanganan Akta Peralihan Saham akan dilakukan di kantor Kementerian BUMN pada 19 Desember 2013. Tanggal tersebut juga menjadi batas waktu pelunasan pembayaran transaksi akuisisi perusahaan aluminium tersebut.
Hatta mengatakan usai penyerahan saham, industri aluminium ini akan diperkuat pada sektor hilir dan akan diupayakan untuk kebutuhan industri dalam negeri. Ia juga mengatakan ekspor juga akan tetap dilakukan terutama kepada negara Jepang sebagai pasar terbesar.
Hatta mengatakan usai penyerahan saham dari pihak Nippon Asahan Aluminium kepada Indonesia, PT Inaluum akan 100 persen menjadi BUMN.
MAYA NAWANGWULAN
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Tidak Ada Post Audit Terhadap Inalum sekarang.
No comments:
Post a Comment