Monday, September 9, 2013

Tahu dan Tempe Diselundupkan Seperti Narkoba

Written By inikangubay; About: Tahu dan Tempe Diselundupkan Seperti Narkoba on Monday, September 9, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Tahu dan Tempe Diselundupkan Seperti Narkoba

Para pedagang tempe berunjuk rasa dan melakukan sweeping ke kawasan pembuatan tempe di Kelurahan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (25/7). Massa dari Pengawas Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Kalideres menyatakan, aksi sweeping ini untuk menyikapi penolakan kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku tempe yang dirasa membebani para produsen tempe. TEMPO/Aditia Noviansyah




TEMPO.CO , Bandung - Tahu dan tempe di warung sayur milik Yanto hari ini benar-benar nihil. Sampai kemarin, ia masih bisa menjualnya walau dengan harga mahal dan ukurannya mengecil. "Kemarin masih ada yang mengantar ke sini, diselundupin," katanya kepada Tempo, Selasa, 10 September 2013.


Belakangan, tahu sudah seperti sabu, salah satu jenis narkoba. Peredarannya dari pedagang di pasar ke warung-warung harus dilakukan sembunyi-sembunyi. Itu pun tak diedarkan ke seluruh langganan. Hanya pemilik warung yang dekat dengan pedagang, bisa mendapatkan tahu, serta tempe kalau beruntung.


Penyelundupan itu terkait aksi mogok produksi tahu dan tempe karena harga kedelainya melambung sejak beberapa hari lalu. "Harga sepotong tahu mentah kini Rp 500 dari biasanya Rp 300. Jika ketahuan ada yang nekat membuat dan menjual, akibatnya bisa fatal. "Tahunya dibuang-buang di jalan," kata Yanto.


Berharap ke tukang sayur keliling juga percuma. Di komplek perumahan Sapta Taruna PU Cipagalo, Buah Batu, Bandung, misalnya, para tukang sayur keliling sudah tak punya tahu dan tempe sejak tiga hari lalu. "Tahu, donat, donat," teriakan seorang penjual sayur dan camilan keliling bermotor di komplek itu tiap pagi kini menghilang.


Dari pantauan Tempo di Pasar Kordon, Buah Batu, Bandung, tak satu pun pedagang yang menjual tahu serta tempe mentah. Namun di gerobak makanan olahan, tahu dan tempe goreng bertepung masih tersedia. Tukang ketupat tahu pun masih buka seperti biasa. Mereka memanfaatkan sisa persediaan di rumahnya.


Seorang ibu rumah tangga, Kartini mengatakan, pemerintah seharusnya segera turun tangan mengatasi masalah tahu dan tempe. "Harusnya subsidi kedelai impor dong karena rupiah lagi kalah sama dollar," katanya. Kalau tak bisa, ia meminta pejabat yang tak becus jangan tampil sebagai calon Presiden. "Menterinya lebih baik mundur saja dari sekarang," ujarnya.


ANWAR SISWADI


Terhangat:

Krisis Tahu-Tempe | Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World


Berita terkait:

Produsen Tahu di NTT Tolak Mogok

Pasokan Tempe ke Pasar Terhenti

Aksi Mogok, Pedagang Tempe Pasar Di-sweeping

Produsen Tahu Yun Sen dan Tauhid Ikut Mogok



Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Tahu dan Tempe Diselundupkan Seperti Narkoba sekarang.

No comments:

Post a Comment