TEMPO.CO , Brooklyn - Umumnya, orang akan menggambar tato atau memasang anting-anting pada tubuhnya. Alasannya, untuk menggambarkan ekspresi dan jiwa seni pada diri mereka. Namun, bagi Anthony Antonelli, seorang seniman dari Brooklyn, sepertinya tidak cukup jika hanya tato atau anting yang bersarang dalam tubuhnya. Anthony memilih menanamkan cip RFID berukuran 0,75 inci pada ibu jarinya.
Anthony harus menahan rasa sakit selama 30 menit untuk proses pemasangan. Cip ini bisa menampung data sebanyak 1 KB dalam bentuk gambar bergerak atau GIF. Cip tersebut bisa disambungkan pada ponselnya, sehingga data yang terdapat di dalamnya bisa terbaca dan tampil di layar.
Meski sakit yang ia rasakan sangat hebat, tapi ia merasa puas dengan tindakannya. Ia juga memasukan beberapa data di dalam cip tersebut. Termasuk potongan adegan film kesukaannya. "Saya punya potongan film Eternal Sunshine di ibu jari saya untuk seumur hidup," katanya, Rabu, 28 Agustus 2013, lalu.
Anthony menganggap tindakannya ini termasuk ke dalam seni dari penggabungan dengan kemajuan teknologi. Ia juga mengatakan bahwa tindakannya ini adalah bentuk nyata dari seni digital.
Menurut dia, tato sudah ketinggalan zaman. Dengan cip yang tertanam dalam ibu jarinya ini, Anthony menemukan cara baru untuk berekspresi dan menunjukkan karya seni. Tidak seperti tato, keutuhan gambar juga akan terjaga jika tersimpan dalam cip ini.
RINDU P HESTYA | FOX NEWS
Berita Populer Terkait:
Ini Sebab Suara-Suara 'Misterius' dalam Pesawat
2019, Indonesia Punya Satelit Canggih Pantau Iklim
Tengkorak Berusia 5.000 Tahun Ditemukan di Sungai
Hiu Halmahera Bisa Berjalan dengan Siripnya
Ilmuwan Kembangkan Otak Mini dari Sel Punca
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Seniman Ini Tanamkan Cip di Jempol sekarang.
No comments:
Post a Comment