TEMPO.CO , Jakarta - Menguatnya posisi dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global membuat nilai tukar rupiah semakin ambruk.
Sejak pembukaan transaksi pasar uang tadi pagi, rupiah sudah ditransaksikan di kisaran 11.450 per dolar AS. Di pasar non deliverable forward (NDF), rupiah bahkan sudah ditransaksikan di level 11.700 per dolar.
Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia, Benedictus Agung, mengatakan sentimen global menyebabkan rupiah terperosok ke level terendahnya dalam empat tahun terakhir. "Pasar merespons negatif pernyataan Partai Republik yang mendukung operasi militer AS ke Suriah."
Dengan dukungan ini, izin dari Kongres terhadap Presiden Obama untuk melancarkan operasi militer diperkirakan terbuka lebar. Setelah pernyataan sikap Partai Republik semalam, harga minyak dunia jenis WTI langsung naik 0,8 persen ke level US$ 108,5 per barel.
Menurut Benedictus, sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah akan membebani perdagangan di pasar keuangan dalam negeri. "Namun di sisi lain beberapa sektor berpeluang diuntungkan dengan depresiasi rupiah seperti mining dan CPO," ujar dia.
Selain faktor Suriah, pasar juga masih menantikan rapat bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pekan depan yang kemungkinan akan mereduksi nilai stimulus moneter. Ekspektasi ini akan mendorong aksi jual di pasar berkembang dan terjadi pengalihan aset ke dolar sebagai safe haven.
Hingga pukul 11.25 WIB, mata uang regional cenderung melemah. Yen ditransaksikan di kisaran 99,61 per dolar AS, won 1.100,18 per dolar AS, dolar Hong Kong 7,7588 per dolar AS, dolar Singapura 1,2778 per dolar AS, yuan 6,1195 per dolar AS, dan rupee 68,09 per dolar AS.
PDAT | M. AZHAR
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Rupiah ke Level Terendah 4 tahun sekarang.
No comments:
Post a Comment