TEMPO.CO , Honolulu - Otoritas Hawaii masih sibuk mencari cara membersihkan tumpahan molasses, produk turunan gula cair, yang mengotori perairan pelabuhan Honolulu dan sekitarnya. Tumpahan gula cair pekat berwarna gelap itu bahkan sudah menyebabkan puluhan ribu ikan mati.
Molasses tumpah ke laut setelah terjadi kebocoran pada pipa penyaluran bawah tanah yang menghubungkan tanki penyimpanan dan kapal pengangkut yang akan berlayar menuju California pada 9 September lalu. Sekitar 882 ribu liter cairan lengket itu tumpah ke laut dan menjebak ikan di dalam laut di sekitar pelabuhan. Hingga kini, petugas kebersihan sudah mengumpulkan sekitar 25 ribu ikan mati dan binatang lainnya.
Ratusan ribu liter tumpahan gula cair itu sangat sulit dibersihkan. "Cairan itu tenggelam hingga ke dasar pelabuhan. Tidak seperti minyak yang tetap mengapung di permukaan dan relatif mudah dibersihkan, mollases tenggelam," kata Jeff Hull, juru bicara Matson Inc., seperti dilaporkan Los Angeles Times. Matson Inc. adalah perusahaan yang bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.
Molasses juga sulit larut dalam air. Otoritas Hawaii menyebutkan tidak ada cara yang mudah untuk membersihkan cairan lengket itu dari dasar laut. "Ini gula di dalam air. Jika anda tahu cara yang baik untuk membersihkannya, beritahu kami," kata Janice Okubo, juru bicara Departemen Kesehatan Hawaii.
Molasses adalah cairan kental berwarna gelap yang kebanyakan dibuat dari gula tebu. Anggur, bit, sorgum juga bisa mejadi bahan dasar pembuatan molasses. Jika diproses lebih lanjut akan menghasilkan blackstrap mollases, sejenis sirup manis yang berwarna hitam.
Dibandingkan produk gula cair lainnya, sirup mollases ini rendah kandungan gula namun kaya nutrisi seperti mangan, kasium, zat besi, potasium, magnesium dan vitamin B6. Sirup mollases ini banyak digunakan sebagai bahan pembuat kue atau pelengkap dessert dan suplemen pakan hewan.
Pada 1919 juga pernah terjadi pencemaran molases di pelabuhan di Boston. Sebuah tanki yang menampung 9,4 juta liter molases bocor dan sekitar 8,7 juta liter cairan kental tumpah ke jalanan dengan kecepatan hampir 56 kilometer per jam. Tragedi itu menelan 21 korban tewas dan melukai lebih dari 100 orang. Butuh waktu dua minggu untuk mengangkut molasses yang tumpah dari jalanan, gedung perkantoran dan toko di sekitar pelabuhan. Namun kerak cokelat molasses masih mengotori pelabuhan lebih dari lima bulan.
AP | LIVESCIENCE | GABRIEL TITIYOGA
Baca juga:
Baru 13 Tahun, Gadis Ini Kejar Gelar Master
Terminator, Polimer yang Bisa Beregenerasi
Samsung Mulai Siapkan Galaxy Gear 2
Napak Tilas Charles Darwin di Google Street View
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Ribuan Ikan di Hawaii Mati Terjebak Gula Cair sekarang.
No comments:
Post a Comment