Saturday, September 7, 2013

Perajin Tahu-Tempe di Solo Tidak Ikut Mogok

Written By inikangubay; About: Perajin Tahu-Tempe di Solo Tidak Ikut Mogok on Saturday, September 7, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Perajin Tahu-Tempe di Solo Tidak Ikut Mogok

Pekerja memproduksi tahu di Desa Kalisari, Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (5/2). Saat ini puluhan pengusaha tahu di desa tersebut berusaha bertahan di tengah naiknya harga bahan baku kedelai dan minyak goreng. Tempo/Budi Purwanto)




TEMPO.CO , Surakarta - Para pengusaha tahu-tempe berencana melakukan mogok nasional pada 9-11 September 2013 sebagai buntut tidak terkendalinya harga kedelai impor. Mogok produksi tersebut diharapkan dapat membuat pemerintah melakukan langkah nyata untuk mengamankan pasokan kedelai dan menurunkan harga kedelai impor.


Meski diklaim akan diikuti seluruh perajin tahu-tempe se Indonesia, nyatanya para perajin tahu-tempe di Solo memilih tidak ikut mogok produksi. "Tidak ada informasi akan ada mogok produksi pada 9-11 September," kata Ketua Paguyuban Perajin Tahu dan Tempe Sri Rejeki Mojosongo Solo, Acok Warso kepada Tempo, Minggu, 8 September 2013.


Dia memastikan akan berproduksi seperti biasa. Rencana mogok juga dinilai kurang tepat karena sebelumnya perajin tahu-tempe di Surakarta sudah sepakat menaikkan harga jual. "Harga jual sudah dinaikkan, berarti tidak ada masalah. Harga kedelai impor juga stabil meski masih mahal," ujarnya, yang terakhir membeli kedelai impor Rp 9.125 per kilogram.


Acok justru mengatakan para perajin tahu-tempe di Surakarta sempat berhenti produksi pada Rabu-Kamis (4-5 September). Jeda produksi dilakukan untuk membahas rencana kenaikan harga tahu dan tempe mulai Jumat. "Kami sudah tidak ada masalah dengan harga. Sebab harga jual sudah disesuaikan dengan harga bahan baku kedelai impor," katanya. Ukuran dan ketebalan tahu-tempe juga sudah dikembalikan seperti semula.


Salah seorang perajin tempe di Mojosongo, Ari Gunanto mengaku mendengar ada rencana mogok produksi secara nasional. "Tapi sampai sekarang tidak ada perintah ikut mogok. Paguyuban di Solo juga belum ada koordinasi," ujarnya.


Dia sendiri memilih tetap berproduksi. Alasannya sudah berhenti produksi pada Rabu dan Kamis lalu untuk persiapan menaikkan harga jual produk sebesar 25 persen. Dia sudah menaikkan harga sejak Jumat (6 September).


Tempe yang biasanya dijual Rp 400 per buah, naik menjadi Rp 500. Sedangkan yang harganya semula Rp 1.200, jadi Rp 1.600 per bungkus. Dia terpaksa menaikkan harga karena tidak mau rugi. Dalam sehari dia membutuhkan 6,5-7 kuintal kedelai impor.


Dia berharap pemerintah mengambil kebijakan khusus untuk menekan harga kedelai impor. Misalnya dengan memberi subsidi harga. "Paling tidak harganya jangan naik lagi," katanya.


UKKY PRIMARTANTYO


Topik terhangat:

Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Miss World | Penerimaan CPNS


Berita lainnya:

Jokowi Semobil Lagi Dengan Megawati

Apa Saja Mobil Politikus PDI Perjuangan?

Dukungan Pencapresan Jokowi Mengalir dari Amerika

Puji Jokowi, Megawati Pakai Bahasa Simbolis Jawa



Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Perajin Tahu-Tempe di Solo Tidak Ikut Mogok sekarang.

No comments:

Post a Comment