TEMPO.CO , Jakarta - Tidak kuat menyaingi Sony dan Samsung, Panasonic memutuskan mundur dari pasar ponsel pintar di Jepang. Selain alasan itu, ternyata pihak penjualan ponsel terbesar di Jepang, NTT Docomo, juga sedang gencar menjual produk kedua vendor itu. Hal ini membuat Panasonic memutuskan untuk mengalihkan penjualan ponsel pintar mereka ke India atau negara lainnya.
Menurut pernyataan Kazuhiro Tsuga, pimpinan Panasonic, mereka sudah mengalami kerugian sebesar Rp 105 miliar sampai bulan Maret tahun ini. Jumlahnya meningkat dari kerugian tahun lalu.
"Sangat disayangkan perusahaan sudah mengalami kerugian sebesar itu. Jadi, kami pikir sebaiknya mundur dari penjualan ponsel pintar. Tapi, kami akan terus mengembangkan aset di Jepang dari arah lain," kata Tsuga, Rabu, 4 September 2013.
Panasonic bukanlah yang pertama mundur dari persaingan pasar di sektor ini. Sebelumnya, Juli lalu, NEC (Nippon Electric Company) juga menutup penjualan ponsel pintar setelah kalah dari produk Cina, Lenovo. Padahal, pada 2001, NEC dan Panasonic menjadi penjualan terbaik di pasar handset di Jepang.
RINDU P HESTYA | BBC
Berita Populer Terkait:
Batu Menyala Gemparkan Warga Meksiko
Apa yang Baru di Xperia Z1?
165 Ribu Orang Mendaftar Tinggal Selamanya di Mars
QX10 dan QX10: Lensa Kamera Portable untuk Ponsel
Yahoo! Luncurkan Logo Baru
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Penjualan Ponsel Pintar Lesu, Panasonic Mundur sekarang.
No comments:
Post a Comment