Diluncurkannya iPhone terbaru 5S dan 5C pada 20 September nanti membuat warga sangat antusias untuk memilikinya dengan cara mulai mengantri dari sekarang di depan Apple Store, Ginza, Jepang, (12/9). REUTERS/Toru Hanai
TEMPO.CO, Singapura - Fitur Touch ID atau sensor sidik jari pada ponsel pintar keluaran Apple, iPhone 5S, sepertinya sangat menarik banyak mata. Kabarnya, sistem sensor sidik jari bakal lebih aman daripada penggunaan kode PIN atau password. Bahkan, para peneliti biometrik terpacu untuk mengadaptasi sistem sensor sidik jari ini bagi perangkat lainnya pada masa depan.
Namun, tidak berarti semua pihak beranggapan positif tentang sensor sidik jari Apple ini. Banyak pihak, terutama saingan Apple, yang skeptis dengan hal ini. "Pengakuan pada sistem keamanan sensor sidik jari ini sepertinya tidak terasa secara merata," kata Geppy Parziale, CEO Invasicoce, sebuah perusahaan biometrik yang bekerja sama dengan Apple, Kamis, 12 September 2013.
Berkembang juga opini bahwa sensor sidik jari tidak akan berjalan baik. Indikasi permasalahan muncul karena sensor sidik jari ini akan membutuhkan server yang besar. Selain itu, sistem ini harus dilindungi oleh hukum tentang privasi agar keamanan lebih paten.
Sesungguhnya, sebelum Apple menggunakan teknologi ini, dua vendor asal Korea Selatan, Samsung dan LG, pernah menjajal teknologi sensor sidik jari. Bahkan, kepala pemasaran LG, Ma Chang-Min, mengatakan LG sudah meningkatkan upaya sensor sidik jari pada ponsel pintar G2. Tapi, inovasinya bisa terbilang gagal.
"Kami membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk meningkatkan keberhasilan serta menghilangkan kendala dan gangguan dalam sistem kami," kata Ma Chang.
Tapi, Ma Chang mengatakan bahwa sensor sidik jari pada Apple mungkin saja berhasil. Hal ini diperkirakan karena Apple sudah membangun sistem sensor sidik jari ini dengan sistem operasi tercanggih keluaran Apple, A7. Sama halnya dengan Google yang membangun sistem operasi sendiri, Android. Dengan sistem operasi sendiri, kemungkinan kendala dan permasalahan pada sistem keamanan sensor sidik jari bisa diminimalisasi.
Meski banyak kabar negatif tentang penggunaan sensor sidik jari, menurut pihak Taveau Sensor Validity--perusahaan keamanan dengan sensor, Microsoft juga tengah membangun sistem sidik jari ke dalam perangkat Windows terbaru. Bahkan, menurut pihak di sana, tinggal menunggu waktu bagi Andorid bergerak mengalahkan inovasi Apple ini.
RINDU P HESTYA | REUTERS
Berita Populer Terkait:
Guru SD Ciptakan Aplikasi Belajar Aksara Jawa
Jelajahi Galapagos dengan Google Street View
Tiga Asteroid Ini Akan Ditangkap oleh NASA
Gunung Tertinggi di Amerika Utara Menyusut
Rakuten Ingin Bantu Pasarkan Produk Papua
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Kemungkinan TouchID iPhone 5S Berhasil Masih Tipis sekarang.
No comments:
Post a Comment