TEMPO.CO , Jakarta -Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman memprediksi suku bunga acuan Bank Indonesia akan dipertahankan di level 7 persen. Alasannya, situasi perekonomian domestik mulai menunjukkan perbaikan."Faktor-faktor yang menunjukkan perbaikan mulai bermunculan," kata Juniman saat dihubungi, Rabu, 11 September 2013.
Salah satunya, kata dia, tingkat inflasi September diperkirakan akan menurun menyusul inflasi Agustus yang juga mengalami penurunan setelah sempat menembus angka 3,29 persen pada Juli lalu. “Harga barang konsumsi dan tiket transportasi mulai mengalami penurunan sehingga inflasi September akan kembali normal," kata dia.
Juniman menuturkan nilai tukar rupiah yang berangsur stabil turut menyumbang alasan ditahannya BI rate di level 7 persen. Hingga akhir 2013, ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan bertengger stabil di kisaran Rp 11.000-Rp 12.000 per dolar Amerika Serikat.
Selain itu, kata Juniman, BI rate akan ditahan lantaran Bank Indonesia memiliki kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. "BI rate yang kembali dinaikkan akan menyebabkan perlambatan," ujarnya.
Bank Indonesia menaikkan level suku bunga acuan sebesar 50 basis menjadi 7 persen pada akhir Agustus lalu. Sementara esok, Kamis, 12 September 2013 Bank Indonesia akan menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur untuk menentukan kebijakan mengenai BI rate di bulan September.
LINDA HAIRANI
Berita Terpopuler:
Hadapi Brasil, Portugal Tidak Dibela Ronaldo
Dua Gol Van Persie Antar Belanda ke Brasil
Cole Sanjung Lampard untuk Laga ke-100
Inggris Ditahan Imbang Ukraina
Santi Cazorla Ikutan Puji Mesut Ozil
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan BI Rate Diprediksi Tetap 7 Persen sekarang.
No comments:
Post a Comment