Sejumlah pekerja melakukan pengerjaan kapal di galangan kapal PT Industri Kapal Indonesia di Makassar, Selasa (19/2). PT IKI yang kolaps selama 13 tahun akibat krisis ekonomi kini menerima tender pembuatan kapal milik pemerintahan maupun swasta dengan bantuan sejumlah perusahaan BUMN lainnya. TEMPO/Fahmi Ali
TEMPO.CO , Makassar - PT Industri Kapal Indonesia (Persero) siap mengikuti tender pembuatan tiga kapal dengan nilai invetasi sekitar Rp 45 miliar. Karena, PT IKI telah mengantongi sertifikat ISO 9001:2000 yang merupakan syarat perusahaan untuk ikut tender pembuatan kapal.
Pada tahun 2014 ini, perseroan berusaha mendapatkan pesanan dari sejumlah perusahaan seperti PT Pelni dan Kementerian Perhubungan. Kapal - kapal tersebut memiliki bobot mencapai 3.500 dead weight tonnage (DWT). "Mudah-mudahan kita bisa memenangkan tender tiga kapal tersebut. Nilai kontrak untuk satu kapal bisa mencapai Rp 15 Miliar sehingga jika 3 kapal setidaknya kontraknya bisa mencapai Rp 45 Miliar," kata Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia, S.A Bandung Bismono selasa (18/2).
Menurut Bandung, selain fokus pada tender, Industri Kapal Indonesia juga fokus dalam merehabilitasi sarana dan prasarana yang dimiliki. Misalnya renovasi infrastrukur slipway atau tempat reparasi kapal. "Renovasi ini telah dikerjakan sejak tahun 2012 dengan investasi Rp 100 miliar," katanya.
Bandung menambahkan, pada tahun 2013, PT IKI mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 200 miliar untuk pengembangan PT IKI. Diharapkan suntikan dana itu bisa membuat PT IKI bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi kapal. Jika pembuatan 3 kapal dilakukan, IKI kembali menyerap 15 orang untuk melengkapi 220 pekerja yang sudah ada. "Meskipun saat ini kami masih menggunakan tenaga outsourcing," kata Bandung. Menurut Bandung untuk dock kapal, saat ini ada 15 kapal yang dikerjakan IKI. Kapal ini adalah milik swasta, Angkutasn Sungai Dan Pelabuhan, perhubungan laut dan kapal perintis milik kementerian perhubungan.
Hamka, Sekertaris Indonesian National Shipowners Association (INSA) Makassar menyambut baik jika IKI sudah bisa melayani pembuatan dan perbaikan kapal. Selama ini pemilik kapal selalu mengeluhkan pelayanan di IKI. Misalnya, sesuai perjanjian dock kapal selama 15 hari tapi ternyata perbaikan bisa sampai 20 sampai 30 hari. "Jadi banyak pemilik kapal yang memilih pergi ke Semarang atau Balikpapan," kata dia.
Menurut Hamka, IKI Makassar adalah perusahaan paling besar di kawasan timur Indonesia. Sehingga dengan perlatan yang dimiliki saat ini harus juga diikuti dengan peningkatan sumber daya manusia. "Jangan hanya peralatan yang diperbaharui. Tapi juga perbaikan pelayanan," katanya.
MUHAMMAD YUNUS (MAKASSAR)
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Industri Kapal Indonesia Ikut Tender Rp 45 Miliar sekarang.
No comments:
Post a Comment