TEMPO.CO , Jakarta - Perusahaan pembuat game populer Candy Crush Saga, King, bakal menawarkan sahamnya pada tahun ini. Nilai perusahaan diperkirakan mencapai sekitar $ 5 Miliar (sekitar Rp 59 Triliun).
Game ini cukup populer di Indonesia khususnya remaja dan dewasa muda perempuan. Pemain menggerakkan permen dengan warna sama hingga mencapai tiga warna beruntun. Game ini menjadi game paling banyak diunduh pada tahun lalu.
"Saya pikir bakal ada permintaan saham yang memadai," kata Mike Hickey, seorang analis di perusahaan Bechmark.
Penawaran saham ini mengikuti penawaran saham beberapa perusahaan digital lainnya seperti Twitter pada Nopember, dan Facebook. Beberapa perusahaan lain seperti layanan berbagi musik Spotify dan layanan penginapan AirBnB serta Square diperkirakan bakal menyusul.
Namun analis mempertanyakan seberapa stabil perusahaan King bisa mempertahankan pertumbuhannya. Ini karena perusahaan game seperti Zynga dengan game populernya "Farmville" justru mengalami penurunan nilai saham hingga lima puluh persen sejak tercatat di bursa pada tiga tahun lalu.
Perusahaan game seperti Rovio asal Finlandia juga mengalami kesulitan mengulangi kesuksesan game populernya "Angry Birds", yang diluncurkan pada 2010.
Game Candy Crush Saga ini telah diunduh sebanyak 500 juta kali sejak dua tahun lalu. Untuk bisa menikmati permainan ini hingga level teratas, pemain harus membayar fitur tertentu.
Menurut Hickey,"Pasar akan sedikit mundur menanggapi saham ini setelah pengalaman dengan saham Zynga." Perusahaan harus mampu mempertahankan tingkat partisipasi pengguna, yang bakal menentukan kinerja keuangan perusahaan.
REUTERS | BUDI RIZA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Candy Crush Bakal Tawarkan Sahamnya sekarang.
No comments:
Post a Comment