TEMPO.CO , Dubai - Maskapai Etihad Airways berharap peraturan mengenai rencana investasi US$ 600 juta kepada Jet Airways India dapat diselesaikan oleh pemerintah India dalam waktu dekat. Etihad menyatakan penyelesaian agar secepatnya dilakukan menyusul tenggat sesungguhnya jatuh pada 31 Agustus kemarin telah diperpanjang.
Etihad menyetujui kesepakatan untuk memperpanjang tenggat waktu untuk mendapatkan persetujuan pemerintah untuk kedua kalinya hingga akhir September. Sebelumnya, tenggat tersebut jatuh pada Agustus 2013. "Perjanjian baru diharapkan akan didukung oleh Komisi Persaingan India dan pemerintah India dalam waktu dekat," kata Etihad dalam sebuah pernyataan resmi, Ahad, 1 September 2013.
Sebelumnya, rencana Etihad untuk membeli saham Jet sebanyak 24 persen tertunda lantaran proses birokrasi dan kekhawatiran beberapa politikus India bahwa kesepakatan bilateral layanan udara antara India dan Uni Emirat Arab akan merugikan kepentingan penerbangan India. Rencana pembelian saham oleh maskapai asing merupakan yang pertama terjadi di India sejak adanya kelonggaran aturan kepemilikan. Kerja sama ini dinilai akan memberikan keuntungan bagi maskapai terbesar di India tersebut serta memberikan bantuan tunai bagi Jet untuk membayar utang.
Direktur Utama Etihad James Hogan menemui Direktur Utama Jet Naresh Goyal di Mumbai akhir pekan ini untuk 'meninjau kemajuan penyelesaian kesepakatan.' "Kami bekerja sama dengan Pemerintah dan ingin memastikan kami memenuhi semua persyaratan dari undang-undang investasi asing yang baru," kata Hogan dalam pernyataan tersebut.
Etihad telah mengantongi izin persetujuan bersyarat dari pemerintah mengenai investasi asing di India pada Juli silam. Namun, Etihad masih memerlukan izin lain yakni dari pemerintah mengenai pasar modal dan dari panel investasi menteri.
Oposisi India juga menolak kesepakatan itu dengan alasan perjanjian bilateral antara India dan Uni Emirat Arab untuk menambah jumlah kursi penerbangan per minggunya lebih menguntungkan Etihad ketimbang maskapai India tersebut. Pemerintah India sendiri belum menyatakan waktu kesepakatan itu akan dikirim ke panel kabinet menteri untuk mendapatkan persetujuan akhir. Pihak berwenang belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi.
Etihad telah menyetujui membayar US$ 379 juta untuk membayar 24 persen saham Jet pada April lalu. Etihad juga menginvestasikan tambahan US$ 150 juta dalam program frequent flyer Jet dan menghabiskan US$ 70 juta untuk membayar tiga pasang slot di Bandara Heathrow, Inggris melalui program jual dan sewa kembali .
REUTERS | LINDA HAIRANI
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Tenggat Pembelian Saham Jet Airways Diperpanjang sekarang.
No comments:
Post a Comment