TEMPO.CO , Jakarta -Direktur Utama PT Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim menyatakan, impor bahan baku baja cukup terpengaruh oleh fluktuasi nilai rupiah. Karena itu, pelaku industri cenderung mengurangi impor bahan baku.
"Pengusaha menghindari impor dalam jumlah besar," kata Irvan saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Senin 19 Agustus 2013. Namun, dia optimistis pertumbuhan industri baja tahun ini tetap akan mencapai 8 persen.
Menurut Irvan, pada dasarnya pengusaha tak masalah jika rupiah mencapai angka Rp 10.200 per dolar AS atau berapa pun ketika ditemukan keseimbangan baru. "Buat pengusaha yang penting stabil," kata dia.
Irvan mengapresiasi langkah pemerintah menetapkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.750 per dolar AS dalam Rancangan APBN 2014. Menurut dia, itu langkah yang baik bagi pemerintah dalam menjaga kestabilan nilai rupiah. Hari ini nilai rupiah telah menembus Rp 10.500 per dolar AS.
NINIS CHAIRUNNISA
Topik Terhangat:
Suap SKK Migas| Penembakan Polis| Sisca Yofie |Konvensi Partai Demokrat| Rusuh Mesir
Berita Terpopuler:
Ada 4 Polisi, Kenapa Bripka Maulana yang Ditembak?
Pengemudi Honda Jazz di Depok Masih Bungkam
BPK Temukan Cost Recovery Ilegal Rp 2,25 Triliun
Begini Cara Penembak Polisi Rampas Motor Satpam
Ini Ciri Penembak Polisi di Pondok Aren
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Fluktuasi Rupiah Ganggu Industri Baja sekarang.
No comments:
Post a Comment