Thursday, August 22, 2013

Kurs Dolar Bergejolak, Perajin Tahu Tempe Berteriak

Written By inikangubay; About: Kurs Dolar Bergejolak, Perajin Tahu Tempe Berteriak on Thursday, August 22, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Kurs Dolar Bergejolak, Perajin Tahu Tempe Berteriak

Sarwati (36 tahun) membungkusi kedelai olahan ke dalam plastik sebelum diperam di industri tempe di dusun Klero, kelurahan Sumberharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin (14/5). Para perajin tempe mengeluhkan naiknya harga bahan baku kedelai yang menurut data Koperasi Perajin Tempe Indonesia (KOPTI) sebesar 16,7% atau dari Rp 6000 naik menjadi Rp 7000 per kilogramnya. TEMPO/Suryo Wibowo




TEMPO.CO , Semarang - Gejolak kurs dolar menyebabkan perajin tahu dan tempe kesulitan menjual produknya karena harga kedelai impor melonjak. Dengan kurs dolar Rp 10.600 harga kedelai naik dari Rp 6.700 menjadi Rp 8.500 per kilogram. “Kalau dinaikkan harga sedikit saja mereka protes, disusutkan (ukurannya) juga protes,” kata Pardiman, perajin tahu tempe di kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Kamis 22 Agustus 2013.


Menurut dia, kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku utama itu tak menutup biaya produksi. Apalagi pendapatannya masih dikurangi upah tujuh karyawan yang masing-masing Rp 20 ribu per hari. Padahal, katanya, pengusaha tahu tempe saat ini kesulitan modal selepas lebaran. Pardiman pun terpaksa mengurangi anggaran belanja kedelai yang sebelumnya mencapai 6 kuintal tinggal 4 kuintal per hari. “Bila (harga kedelai) tak segera diturunkan, banyak perajin tahu tempe yang menutup usaha,” ujarnya.


Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Kota Semarang Intan Indriawan, kenaikan harga kedelai saat ini merupakan harga tertinggi yang pernah ada. “Sangat memberatkan,” katanya. Dia mengatakan, situasi ini menjadi perhatian pemerintah provinsi yang telah mengusulkan subsidi ke Kementrian Perdagangan. “Mungkin seperti dulu, ada intervensi penjualan harga kedelai untuk usaha kecil,” katanya.


Harga kedelain impor juga naik di Surakarta, Jawa Tengah. Harga kedelai impor yang semula Rp 7.850 menjadi Rp 8.550 per kilogram. “Bahkan untuk pembeli eceran, harus menebus Rp 8.700 per kilogram dari sebelumnya Rp 8 ribu per kilogram,” ujar Sinta, pengelola toko Nyah Ngemplak di Pasar Legi Surakarta.


Akibatnya, konsumen yang kebanyakan produsen tahu dan tempe mengurangi pembelian. “Tapi ada juga yang membeli sesuai kebutuhan meski harus mengeluarkan uang lebih banyak,” ujarnya. Masalah lain muncul, yakni minimnya pasokan kedelai. “Sejak dolar tidak terkendali, tiba-tiba pasokan kedelai impor seret.” Tiga hari lalu dia mendapat pasokan 7 ton dan hingga kini belum dikirim lagi. Padahal dalam kondisi normal dia mampu menjual 25 ton kedelai impor tiap pekan.


Menurut pemilik Toko Rahayu, Santoso, karena harga yang fluktuatif mengikuti nilai tukar dolar, ada pembatasan pembelian. Bahkan kadang ada pedagang yang menolak menjual kedelai karena masih menunggu stabilnya nilai tukar dolar. “Penjual belum mau buka harga. Akibatnya barang tidak bisa keluar,” katanya. Repotnya, dua hari terakhir tidak ada lagi pasokan kedelai.


EDI FAISOL | UKKY PRIMARTANTYO



Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Kurs Dolar Bergejolak, Perajin Tahu Tempe Berteriak sekarang.

No comments:

Post a Comment