TEMPO.CO , Jakarta -Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mewanti-wanti agar Indonesia mempersiapkan diri terhadap kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/Fed) mengurangi stimulus moneter quantitative easing III dalam waktu dekat. "Kalau terjadi pasti ada dampaknya, kita harus mawas diri," kata Agus dalam acara Halal Bi Halal dengan Perhimpunan Bank - Bank Umum Nasional (Perbanas), Rabu, 21 Agustus 2013.
Pada 22 Mei 2013, Gubernur Federal Reserve Bernanke mengeluarkan pernyataan soal keberlanjutan quantitative easing III, terjadi penarikan modal asing dari bursa saham dan pasar obligasi. BI melansir, sepanjang Juni, arus keluar modal asing dari pasar saham dan obligasi mencapai US$ 4,1 miliar atau sekitar Rp 41 triliun. Jumlah ini setara dengan hampir seluruh modal asing yang masuk sepanjang Januari-Juni 2013.
Agus menjelaskan, apabila stimulus mulai dikurangi, pasar keuangan di negara-negara berkembang pasti kena dampaknya. "Sekarang kita sama-sama mengikuti, 50 persen analis melihat kemungkinan September akan ada pengurangan stimulus moneter," katanya.
Ia pun mengingatkan bank untuk memelihara liability valas. "Jangan sampai miss matched," katanya.
Ia meminta swasta menjaga utang luar negeri dan terus mengkomunikasikannya kepada BI.
MARTHA THERTINA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan BI Waspadai Dampak Pengurangan Stimulus Fed sekarang.
No comments:
Post a Comment