Pemandangan gedung-gedung bertingkat di kawasan Jakarta usai hujan (8/1). Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6,9 persen pada tahun 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Tempo/Aditia Noviansyah
TEMPO.CO , Jakarta - Pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), Sri Adiningsih mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 sangat tergantung pada kesuksesan penyelenggaraan pemilihan umum legislatif dan presiden. Jika pesta demokrasi berjalan lancar dan damai, dia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 6 persen.
"Apalagi kalau presiden terpilih bisa memberikan keyakinan kepada dunia usaha terkait investasi di Indonesia. Saya yakin investasi akan segera naik," ujarnya seusai menjadi pembicara seminar peran Bank Indonesia Solo Dalam Pengembangan Perekonomian Daerah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin, 3 Februari 2014.
Jika pemilu berakhir dengan kekacauan, kata dia, pertumbuhan ekonomi 2014 tidak beranjak dari 5,5 persen. Karena itu dia meminta pemerintah benar-benar menjaga kepercayaan investor menjelang dan sesudah pemilu.
"Kalau otoritas ekonomi tidak hati-hati dan tidak bisa meyakinkan dunia usaha, bisa menyebabkan instabilitas ekonomi," ujarnya. Dia meminta pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang tidak pro pelaku pasar dan investor.
Dia mengingatkan, tim ekonomi pemerintah agar tetap fokus mengelola perekonomian. "Kita tahu dalam tim ekonomi ada politisi yang mungkin jadi calon presiden."
Tantangan lain pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi global yang cenderung belum pulih bahkan terancam akan turun. Sebagai negara yang tergantung pada negara asing baik dari segi modal dan barang, dia mengatakan ekonomi Indonesia sangat terpengaruh perkembangan ekonomi global.
"Dampak tapering off cukup signifikan. Misalnya rupiah dan IHSG (indeks harga saham gabungan) yang volatilitasnya tinggi," ujarnya.
UKKY PRIMARTANTYO
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Pemilu Sukses, Pertumbuhan Ekonomi Melejit sekarang.
No comments:
Post a Comment