Pengguna jalan melintas di depan baliho Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg di Kudus, Jateng, Rabu (20/11). ANTARA/Andreas Fitri Armoko
TEMPO.CO , Malang -Pengusaha percetakan di Malang kebanjiran order dari calon legislator. "Omzet naik, semula Rp 150 juta per bulan naik menjadi Rp 300 juta," kata pengusaha percetakan di Klojen Malang, Muhammad Muzaki, Senin 3 Februari 2014.
Pemesanan percetakan ramai sejak sebulan lalu. Jika rata-rata setiap pemesan mencetak 1.000 kalender, kini melonjak sampai 10 ribu lembar.
Calon legislator memesan barang cetakan seperti poster, stiker, kartu nama, kaleder dan contoh surat suara.
Order datang tak hanya dari Malang, tapi juga datang dari Bojonegoro, Banyuwangi dan Pasuruan. Bahkan, untuk mengerjakan pesanan para pekerja harus lembur. Produksi, kata Muzaki, berjalan 24 jam untuk memenuhi pesanan pelanggan.
Menurutnya, calon legislator DPR RI paling royal membelanjakan alat peraga. Mereka membeli poster dan spanduk sekitar 20 ribu sekali pesan lantaran poster dipasang di seluruh wilayah di Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Selain mencantumkan partai, dan nomor urut, mereka juga memasang foto diri.
Namun, tak semua calon legislator berbelanja banyak poster dan spanduk. Arief Wahyudi, calon anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, misalnya, mengaku tak banyak membuat poster dan spanduk. "Saya punya strategi sendiri." Namun, Ketua Komisi Hukum DPRD Kota Malang ini menolak menyebutkan dana yang dikeluarkan untuk sosialisasi kepada konstituen.
EKO WIDIANTO
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Jelang Pemilu, Percetakan Kebanjiran Pesanan sekarang.
No comments:
Post a Comment