Thursday, February 6, 2014

Hatta: Paket Kebijakan Berhasil Jaga Surplus

Written By inikangubay; About: Hatta: Paket Kebijakan Berhasil Jaga Surplus on Thursday, February 6, 2014

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Hatta: Paket Kebijakan Berhasil Jaga Surplus

TEMPO.CO , Jakarta - Pemerintah mengklaim sejumlah paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan berhasil menjaga keberlanjutan surplus perdagangan selama tiga bulan terakhir. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa bahkan menilai surplus per Desember 2013 terbesar, yakni US$ 1 miliar, bakal sangat mengurangi defisit neraca transaksi berjalan.


"Kami meyakini salah satu faktor surplus neraca perdagangan kita adalah efektifnya paket kebijakan ekonomi yang sudah dua kali dikeluarkan," ujar Hatta, usai rapat evaluasi paket kebijakan dengan sejumlah menteri di kantornya, Kamis, 6 Februari 2014.


Ia pun menyambut baik data yang telah diumumkan Badan Pusat Statistik mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 sebesar 5,78 persen. Hatta menilai kondisi tersebut cukup menggembirakan di tengah situasi ekonomi global yang belum begitu baik. "Kita masih tumbuh 5,78 persen, mendekati 5,8 persen, dan hampir semua sektor mengalami pertumbuhan," kata Hatta.


Lebih jauh, menurut Hatta, pemerintah telah menaruh perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan defisit jasa dan mempengaruhi defisit neraca transaksi berjalan. Pemerintah tengah membahas agar ada semacam insentif bagi perusahaan asing di Indonesia yang menginvestasikan kembali dividen yang diperolehnya.


Bila hal tersebut dilaksanakan, Hatta yakin defisit jasa akan berkurang. Dengan begitu, Indonesia bisa mengalami surplus di masa mendatang.


Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan pemerintah lebih khawatir pada aliran modal keluar Indonesia (capital outflow) ketimbang defisit neraca transaksi berjalan tahun ini. "Agar tak terjadi capital outflow dalam jumlah besar, maka harus ada insentif untuk mendukung upaya reinvestasi,” tutur Chatib pekan lalu.


Menteri Chatib menjelaskan aliran modal itu disebabkan adanya repatriasi dividen yang dilakukan oleh para investor dan berdampak pada pelemahan rupiah. Sedangkan defisit neraca transaksi berjalan yang ada sepanjang tahun lalu akan melunak pada tahun ini seiring dengan sejumlah kebijakan pemerintah mendorong ekspor. “Solusi paling mungkin adalah dengan mengurangi permintaan dengan mengeluarkan kebijakan pengetatan,” katanya.


MAYA NAWANGWULAN


Berita Lain:

Chatib: Sektor Pertanian Tak Bisa Diandalkan

Pemerintah Lamban Sesuaikan Tarif Tiket Pesawat

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000

Merpati Tak Ditutup Hanya Bebani Keuangan Negara


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Hatta: Paket Kebijakan Berhasil Jaga Surplus sekarang.

No comments:

Post a Comment