TEMPO.CO, Bojonegoro--Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menganggarkan dana Rp 6,5 miliar untuk membeli 250 ribu bibit jambu merah pada tahun ini. Pengadaan bibit jambu itu merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat, terutama sentra buah-buahan di sejumlah desa di Bojonegoro.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Ahmad Djupari, bibit jambu merah itu akan dibagi-bagikan gratis ke masyarakat. "Kami bagikan lewat kelompok tani," ujar Djupari, Senin 13 Januari 2013.
Progam perkebunan jambu merah sebenarnya sudah dilakukan Pemerintah Bojonegoro sejak 2011 lalu. Proyek percontohannya di Desa Mayang Geneng, Kecamatan Kalitidu. Lokasi perkebunan ini dikembangkan Ali, seorang warga setempat. Ia yang awalnya hanya menanami 2 hektare kebunnya, kini berkembang menjadi 3,5 hektare.
Perkebunan jambu merah di Mayang Geneng telah berkembang menjadi sentra agroindustri di kabupaten tersebut. Jambu yang telah masak dapat langsung dimakan di tempat. Perkebunan inilah yang kemudian digunakan untuk contoh pengembangan ke desa-desa lain.
Pada 2013 dinas pertanian setempat memberikan 6.000 bibit jambu gratis ke masyarakat. Tahun ini dinas pertanian akan memperluas program itu dengan memberikan bibit jambu ke seluruh desa. Syaratnya, warga harus punya tanah kosong untuk menanamnya. "Targetnya Bojonegoro bisa menjadi penyuplai jambu merah ke provinsi lain," kata Djupari.
Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, bila program penanaman bibit jambu merah ini berhasil dalam setahun ke depan, pemerintah setempat akan membangun gudang untuk pengolahannya, sehingga dapat dikemas menjadi produk olahan, seperti minuman, manisan dan lain-lain.
SUJATMIKO
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Bojonegoro Berambisi Jadi Sentra Jambu Merah sekarang.
No comments:
Post a Comment