TEMPO.CO , Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan perolehan dana initial public offering (IPO) serta penerbitan surat utang atau obligasi sebagian besar ditujukan untuk pengembangan armada. "Perolehan dana IPO dan penerbitan obligasi masing-masing senilai Rp 3,1 triliun dan Rp 1,9 triliun," kata Direktur Keuangan Garuda, Handrito Hardiono, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 8 Oktober 2013.
IPO Garuda tercatat efektif pada 10 Februari 2011 dengan jumlah hasil penawaran umum Rp 3,3 triliun. Obligasi diterbitkan oleh Garuda pada 27 Juni 2013, dengan jumlah hasil penawaran umum Rp 2 triliun untuk periode 1 Juli 2013 hingga 30 September 2013.
Dari keseluruhan perolehan dana IPO dan obligasi Rp 5 triliun tersebut, Garuda mengalokasikan 64 persen atau Rp 3,24 triliun untuk pengembangan armada. "Dana hasil IPO kami gunakan Rp 2,5 triliun untuk pengembangan pesawat, dan dari hasil obligasi Rp 741 miliar," kata Handrito.
Sementara Rp 466 miliar dana IPO itu untuk belanja modal. "Sisa dana IPO senilai Rp 171 miliar kami simpan di deposito," kata Handrito.
Untuk penggunaan dana sisa obligasi, Garuda mengalokasikan sebanyak Rp 398 miliar untuk menunjang pengembangan armada, yaitu pembayaran sewa pesawat. "Sisa dana obligasi senilai Rp 853 miliar kami simpan di deposito," kata Handito.
ISMI DAMAYANTI
Berita Terpopuler
Korupsi, Mahfud Md. Siap Potong Jari dan Leher
Ratu Atut Akhirnya Muncul di Hadapan Publik
Dinasti Keluarga Atut & Kemiskinan di Banten
Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Dana IPO Garuda untuk Kembangkan Armada sekarang.
No comments:
Post a Comment