Tuesday, October 29, 2013

WNI Perbatasan Lebih Suka Gula Malaysia

Written By inikangubay; About: WNI Perbatasan Lebih Suka Gula Malaysia on Tuesday, October 29, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari WNI Perbatasan Lebih Suka Gula Malaysia

TEMPO.CO , Jakarta - Warga Negara Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan lebih suka gula asal negeri jiran Malaysia. Sebab, gula asal Malaysia lebih mudah didapat ketimbang gula lokal. Selain itu, gula Malaysia lebih murah.


Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina membenarkan hal itu. "Biaya distribusi (gula lokal) tinggi mengingat semuanya harus dipasok dari luar Kalimantan (Jawa, Sulawesi, dan Sumatera)," kata Srie pada Tempo, Selasa, 29 Oktober 2013.


Total kebutuhan gula di daerah perbatasan Kalimantan Barat yang mencakup Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Bengkayang, dan Sambas mencapai 26.216 ton per tahun. "Saat ini sudah disalurkan sebanyak 11.400 ton," kata Sri. Kondisi ini memicu peningkatan peredaran gula ilegal di perbatasan Provinsi Kalimantan Barat.


Menurut Srie, pihaknya telah menertibkan peredaran gula ilegal bersama tim terpadu daerah. Namun penertiban justru memicu kenaikan harga gula di wilayah ini. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat kemarin menyebutkan harga gula di daerah perbatasan berkisar Rp 15.000-Rp 20.000 per kilogram.


Srie menilai lambatnya penyaluran gula di kawasan perbatasan karena importir memerlukan waktu untuk mengolah dan mendistribusikan gula. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan gula di daerah perbatasan, Kementerian Perdagangan menerbitkan izin impor raw sugar (gula mentah) kepada pabrik gula berbasis tebu untuk mengolah menjadi gula kristal putih (GKP) yang siap konsumsi. "Proses pengolahan raw sugar menjadi GKP yang memberikan nilai tambah bagi industri gula di dalam negeri ini pendistribusiannya memerlukan waktu," ujarnya.


Sebelumnya, pemerintah mengabulkan izin impor 93 ribu ton gula rafinasi untuk wilayah perbatasan, di antaranya Kalimantan, Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi, dan Maluku. Izin impor tersebut diberikan untuk mengisi idle capacity (kekurangan bahan baku tebu) selama musim giling tebu di tiga perusahaan. Ketiganya adalah PT PG Rajawali III (Pabrik Gula Gorontalo), PT Industri Gula Nusantara (IGN), dan PT Eka Tunggal Mandiri.


Tingginya disparitas harga gula di perbatasan ini juga diakui Deputi II Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Suhatmansyah. Menurutnya, di Kecamatan Entikong, Kabupaten Senggau, Kalimantan Barat harga gula bahkan mencapai Rp 25 ribu per kilogram. "Itu dua kali harga gula di Jawa," ujarnya.


PINGIT ARIA


Topik Terhangat:

Prabowo Subianto | FPI Geruduk Lurah Susan | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten | Suap Akil Mochtar


Berita Terpopuler:

Taktik Pius Mendekati Prabowo Subianto

Aksi Mengusik Lurah Susan, FPI Beri Contoh Buruk

Mendagri Tak Tahu FPI Mulai Mengusik Lurah Susan

Rekam Jejak Prabowo 24 Tahun Jadi Tentara

Ada Landasan Helikopter di Rumah Mewah Prabowo

Ini Cerita Prabowo Kenapa Trauma pada Pers


Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan WNI Perbatasan Lebih Suka Gula Malaysia sekarang.

No comments:

Post a Comment