TEMPO.CO , Jakarta -Deputi Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengharapkan terciptanya konsensus antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Kongres dalam membahas anggaran. Ia mengaku optimistis kesepakatan dapat terjadi."Saya rasa konsensus pasar di detik-detik terakhir kesepakatan itu akan terjadi,"katanya saat ditemui di gedung Bank Indonesia, Selasa, 15 Oktober 2013.
Ia melanjutkan, pembahasan mengenai penambahan plafon utang atau debt ceiling dinilainya menjadi krusial tidak hanya untuk Amerika tetapi juga untuk negara lainnya. Saat ini, utang AS yang jatuh tempo pada 17 Oktober nanti mencapai lebih dari plafon utangnya yaitu US$ 16,7 triliun.
Menurut Mirza, pembahasan mengenai kenaikan plafon utang sebelumnya juga telah terjadi beberapa kali. "Tentunya mereka paham. Kalau sampai mereka default, maka dampak pada ekonomi Amerika dan para pensiunannya tidak bisa dibayarkan,"kata dia.
Mirza mengatakan, jumlah surat utang negara yang beredar sekitar US$ 12 triliun. Pemegang surat utang Pemerintah AS tersebar di banyak institusi dan negara lain."Jadi ini sebenarnya kepentingan Amerika dan kepentingan dunia,"ujarnya.
Pihaknya juga mengawasi pergerakan kupon bunga surat utang pemerintah Amerika. Saat ini yield surat utang berada di level 2,7 persen."Kalau yield surat utang Amerika kemudian meningkat baru kita ada kekhawatiran,"ujarnya.
Pemerintah Amerika Serikat di awal Oktober menutup sementara (shutdown) layanan pemerintah. Langkah itu menyusul serangkaian perdebatan panjang dan manuver politik dari Parlemen, Senat, dan Gedung Putih yang akhirnya gagal mencapai kata sepakat atas persoalan kebuntuan anggaran negara itu. Shutdown ini merupakan yang pertama kalinya selama hampir dua dekade.
Pembahasan akan kembali dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober mendatang. Kongres Amerika Serikat akan kembali berusaha mencapai kesepakatan kenaikan plafon utang (debt ceiling) untuk menghindarkan Amerika Serikat dari gagal bayar.
RIRIN AGUSTIA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan BI Harap AS Temui Kesepakatan Pembahasan Anggaran sekarang.
No comments:
Post a Comment