Monday, October 14, 2013

Asia Pasifik Butuh Investasi US$ 11 Triliun untuk Energi

Written By inikangubay; About: Asia Pasifik Butuh Investasi US$ 11 Triliun untuk Energi on Monday, October 14, 2013

www.ubaidillah.net Bisnis hari ini dihimpun dari Asia Pasifik Butuh Investasi US$ 11 Triliun untuk Energi

TEMPO.CODaegu, Korea Selatan - Impor minyak di kawasan Asia Pasifik akan melonjak hingga lebih dari 25 juta barel per hari pada 2035, atau mendekati produksi minyak di Timur Tengah saat ini. "Lonjakan tersebut diprediksi dengan adanya pertumbuhan permintaan energi," demikian penjelasan Asian Development Bank (ADB), seperti dilansir situs Reuters, Senin, 14 Oktober 2013.


Negara-negara Asia Pasifik akan membutuhkan investasi kumulatif lebih dari US$ 11 triliun sepanjang 2010 hingga 2035 untuk kebutuhan energi bahan bakar. Pertumbuhan permintaan atas energi utama, yang dipicu sektor transportasi, diperkirakan meningkat 2,1 persen per tahun selama periode tersebut. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata dunia, yaitu 1,5 persen.


"Trennya akan melambat dibanding yang pernah terjadi, dan intensitas energi akan terpisah dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada 2035, dengan asumsi ada kemajuan stabil dalam efisiensi energi dan beberapa peralihan dalam struktur ekonomi," bunyi pernyataan ADB.


Permintaan atas listrik akan meloncat lebih dari dua kali lipat selama periode tersebut. Permintaan itu muncul dengan adanya standar hidup yang lebih tinggi serta pertumbuhan ekonomi.


Kawasan Asia Pasifik masih akan bergantung pada bahan bakar fosil untuk memenuhi lebih dari 80 persen kebutuhan terhadap energi. Menurut ADB, hal itu mendorong peningkatan emisi karbon dioksida sebanyak 2 persen setiap tahunnya.


Gas alam diprediksi mengalami pertumbuhan permintaan tercepat, yaitu 3,9 persen per tahun, karena peningkatan penggunaan energi. Cina tercatat memiliki konsumsi setengah dari total volume.


Kebutuhan 40 persen energi diprediksi tetap berasal dari batu bara, dengan pertumbuhan permintaan di Asia Tenggara sebanyak 4,8 persen per tahun hingga 2035. Angka tersebut melebihi pertumbuhan permintaan kawasan lainnya di Asia Tenggara.


Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Asia Tenggara diprediksi akan menjadi importir batu bara setelah tahun 2015 dan kembali menjadi eksportir pada 2035. Indonesia dan Australia tercatat sebagai penghasil terbesar.


Untuk minyak, permintaan di kawasan akan tumbuh 1,9 persen per tahun sampai dengan 2035, dengan kenaikan impor menjadi 25,7 juta barel per hari. Hal ini dipicu oleh sektor transportasi.


Kondisi tersebut sebanding dengan produksi minyak mentah negara-negara Timur Tengah yang tercatat 27,7 juta barel per hari pada 2011. Hal ini menjadi isyarat bagi negara-negara di Asia Pasifik untuk menjadi sumber-sumber energi di luar kawasan yang aman, stabil, dan memiliki harga terjangkau.


Sektor transportasi, ADB menyatakan, diproyeksikan dengan kenaikan permintaan energi yang tercepat. Dimulai dari motorisasi India, dengan kendaraan penumpang yang akan mencapai 117,8 juta unit pada 2035, naik 16,7 juta unit dari 2010. Permintaan energi dari sektor transportasi Asia Selatan diprediksi naik lebih dari tiga kali lipat.


REUTERS I MARIA YUNIAR


Berita Terkait

Cegah Sabotase KTT APEC, TNI AL Jaga Laut Bali

Didorong, Peran Nelayan Terhadap Ketahanan Pangan

APEC 2013 Tak Angkat Tema Batik, Melainkan Tenun

Kapal Obama Batal Sandar di Benoa

Ada Miss World dan APEC, Turis Menyingkir dari Bali




Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Asia Pasifik Butuh Investasi US$ 11 Triliun untuk Energi sekarang.

No comments:

Post a Comment