Situasi lalu lintas di sekitar Bundaran hotel Indonesia, Jakarta yang terlihat di salah satu gedung perkantoran di sekitar jalan Thamrin-Menteng, Jakarta, (17/1). Foto Annisianti Septiani untuk Tempo
TEMPO.CO , Jakarta - Tarif sewa perkantoran di Jakarta turun akibat melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Director Office Services Colliers Bagus Adikusumo menyatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa perkantoran elit di Jakarta yang menurunkan tarif sewanya yang dipatok dalam dolar AS. Di antara tarif sewa gedung perkantoran yang disebutnya mulai turun adalah Kota Kasablanka, Mid Plaza dan Plaza BNI. "Penurunannya sekitar 10-15 persen," ujarnya.
Penurunan tarif sewa ini, menurut Bagus, selain sebagai bentuk penyesuaian kurs, juga dilakukan sebagai antisipasi dari permintaan yang melambat. "Ke depan, bila kondisi tak juga membaik, tak menutup kemungkinan ini akan diikuti oleh perkantoran lain juga," katanya.
Ia menyebut, sekitar 30 persen gedung perkantoran di Jakarta menetapkan tarif sewanya dalam dolar AS. Sebab, perkantoran kelas atas ini memang lebih banyak memiliki klien perusahaan internasional yang biasa bertransaksi dalam dolar AS. Namun Bagus menyebut harga perkantoran di Jakarta masih naik. Meski, kenaikannya memang tak setinggi tahun-tahun lalu.
Tarif sewa perkantoran di Jakarta pada akhir 2013 rata-rata sebesar US$ 35 per meter persegi per bulan atau hanya naik 10,1 persen sepanjang tahun. Jumlah itu sangat minim dibanding kenaikan yang tercatat sepanjang 2012 sebesar 47,6 persen dan pada 2011 sebesar 26,30 persen.
Sementara itu, harga sewa perkantoran kelas menengah yang tarif sewanya dihitung dengan rupiah masih tercatat naik cukup tinggi. Di penghujung 2013, harga sewa perkantoran teratat Rp 230 ribu per meter persegi per bulan, atau naik sekitar 34,2 persen dibanding kondisi di awal tahun. Tingkat kenaikan tersebut bahkan lebih tinggi dibanding tahun 2012 sebesar 33,2 persen dan 2011 sebesar 24,19 persen.
Colliers juga mencatat bahwa kenaikan harga cukup tinggi juga terjadi pada harga apartemen strata tittle yang di kawasan pusat bisnis pada akhir 2013 menjadi Rp 36.174.642 per meter persegi atau naik 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara di kawasan non premium, harganya menjadi Rp 18.298.766 atau naik 17 persen dibanding tahun 2012.
PINGIT ARIA
Subcribe semua relasi yang berhubungan dengan Tarif Sewa Kantor Turun Karena Rupiah Loyo sekarang.
No comments:
Post a Comment